Hyundai Kucurkan Rp 88 T Genjot EV di Dunia

Ilustrasi : Pabrik Hyuundai di India
JAKARTA, AVOLTA – Hyundai Motor Group menyatakan akan menambah investasi untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di masa depan. Jenama otomotif asal Korea Selatan itu disebutkan bakal menggunakan dana reservasi senilai 7,8 triliun won atau setara Rp 88 triliun untuk pengembangan EV.
Berdasarakan keterangan resmi, yang ditulis Rabu (14/6/2023), dana tersebut dipegang oleh operasi luar negeri perusahaan untuk mendorong investasi yang direncanakan grup tersebut di pabrik kendaraan listrik (EV) Korea Selatan.
Hyundai Motor Co., afiliasi yang lebih kecil yaitu Kia Corp., dan produsen suku cadang otomotif Hyundai Mobis Co. akan menerima masing-masing 2,1 miliar dollar AS (sekitar Rp31 triliun), 3,3 miliar dollar AS (sekitar Rp49 triliun), dan 200 juta dollar AS (sekitar Rp3 triliun) dari operasi mereka di Amerika Serikat dan Eropa dalam bentuk dividen.
Hyundai Motor juga akan menerima dividen dari operasi mereka di India. Tentunya dana tersebut akan membantu ketiga perusahaan mengurangi pinjaman bank, yang akan meningkatkan status keuangan perusahaan dan melakukan investasi agresif di pabrik kendaraan listrik.
Operasi luar negeri dari grup ini, termasuk Hyundai Motor America, Hyundai Motor India, Hyundai Motor Manufacturing Czech, Kia America, Inc., Kia Europe, dan Kia Slovakia SRO, mencatat hasil pendapatan yang meningkat pada periode 2021-2022 meskipun pandemi Covid-19.
Hyundai Motor berencana untuk menyelesaikan pabrik kendaraan listrik dengan kapasitas 150.000 unit per tahun di pabrik utamanya di Ulsan, 299 kilometer sebelah tenggara Seoul, pada tahun 2025.
Selanjutnya, pada April 2023, Kia memulai konstruksi pabrik kendaraan listrik dengan kapasitas 150.000 unit per tahun di dalam pabrik yang sudah ada di Hwaseong, di sebelah selatan Seoul, dengan tujuan memulai produksi pada akhir tahun 2025.
Pada bulan yang sama, grup otomotif Korea mengumumkan bahwa perusahaan akan berinvestasi sebesar 24 triliun won (sekitar Rp278 triliun) di pabrik kendaraan listrik domestik dan proyek kendaraan listrik lainnya hingga tahun 2030.
Ketiga perusahaan afiliasi tersebut akan secara kolektif melakukan investasi tersebut untuk membantu grup ini menjadi produsen kendaraan listrik terbesar ketiga di dunia berdasarkan penjualan pada 2030.
