Electreon Mulai Uji Coba Wireless Charging Mobil Listrik

Electreon
JAKARTA, AVOLTA – Perusahaan berbasis di Israel, Electreon mengembangkan sistem wireless charging untuk mobil listrik yang dipasang di jalan. Selama melakukan simulasi, mobil listrik dijalankan selama 100 jam tanpa mengisi daya ulang baterai.
Simulasi tersebut menggunakan sirkuit buatan yang lintasannya telah dipasang modul pengecasan nirkabel. Mobil tersebut berkeliling selama 100 jam, 24 menit, dan 15 detik.
Hasilnya, akumulasi jarak yang ditempuh, yaitu sejauh 1.942,56 kilometer. Bahkan, selama periode itu, total energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan mobil listrik hanya 241,69 kWh dan mampu mengurangi emisi lokal sebanyak 373,28 kilogram dibanding dengan mobil mesin pembakar internal.
Electreon menawarkan fleksibilitas dengan teknologinya itu, terutama beberapa metode pengecasan nirkabel yang tersedia. Sebagai contoh, dynamic charging yang menawarkan pengecasan nirkabel di jalan raya selama kendaraan tersebut melintas.
Selain itu, semi-dynamic charging untuk kendaraan yang bergerak lambat seperti angkutan umum yang sedang menunggu penumpang, mobil terjebak di tengah kemacetan, atau ketika sedang antre masuk ke area tertentu.
Terakhir stationary charging, sistem ini berfungsi ketika kendaraan sedang dalam keadaan diam. Contohnya saat sedang parkir, truk atau mobil niaga yang memuat atau menurunkan barang, dan sebagainya.
Perusahaan ini pun mengklaim teknologinya dapat digunakan untuk mobil listrik jenis apapun. Mulai kendaraan jenis penumpang hingga mobil niaga listrik.
Tentunya dengan teknologi ini diklaim juga mampu mengurangi biaya total kepemilikan fleet hingga 50%.
