Subsidi Konversi Motor Listrik Mandek Saat Verifikasi

Bengkel Elders Garage salah satu yang punya sertifikasi konversi motor listrik di Indonesia. (NaikMotor.com)
JAKARTA, AVOLTA – Masyarakat yang mengajukan subsidi sepeda motor listrik hasil konversi diklaim sudah mencapai 200 unit. Akan tetapi, belum sampai proses akhir karena sejumlah data mandek di Kementerian ESDM.
Proses yang tersendat lebih tepatnya, yaitu verifikasi data sehingga sampai sejauh ini belum mendapatkan sertifikat resmi.
Devi Laksmi, Koordinator Kelompok Kerja Pengembangan Usaha Konservasi Energi Kementerian ESDM, mengatakan pengajuan motor listrik konversi belum bisa diproses sebab tahap verifikasi dari bengkel rekanan pemerintah masih berjalan.
Meski begitu, Devi tidak menjelaskan berapa lama proses verifikasi sampai akhirnya motor dapat diubah sesuai ketentuan yang berlaku dari pemerintah.
“Masalahnya ya kami menjaga kualitas, bengkel konversi harus siap dulu. Jaga kualitasnya, dari komponen utama juga harus berkualitas dan memenuhi TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri). Jadi beda yang baru dan konversi, karena semua aspek harus dilihat,” tutur Devi di Jakarta belum lama ini.
Menurut Devi, banyak masyarakat mengeluhkan proses verifikasi yang dinilai berjalan lambat.
Pemerintah kini juga sibuk mempersiapkan bengkel konversi agar kualitas produk yang dihasilkan tidak mengecewakan.
“Kemudian bengkel konversi yang sudah terlibat itu ada enam. Menyusul lagi dua, dan menyusul lagi 14 bengkel yang sekarang masih melengkapi kekurangan secara teknis. Jadi (nanti) ada 22 bengkel konversi,” ujar Devi.
Perlu diketahui, alokasi subsidi dari pemerintah untuk motor listrik konversi yaitu, Rp 7 juta per unit dan ditujukan untuk 50.000 unit dan 150.000 unit diproyeksikan untuk tahun depan.
