Soal EV, Bos Honda Mengaku Jepang Kalah dari Cina

Mobil listrik konsep Honda e:NS2 di Shanghai Auto 2023. (Wapcar)

JAKARTA, AVOLTA – Produsen otomotif asal Jepang jika dibandingkan Cina tertinggal jauh soal pengembangan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV). Bahkan, jenama dari Tiongkok itu berhasil menembus pasar global dan sukses diterima oleh konsumen di negara-negara berkembang.

Kondisi tersebut juga diakui oleh CEO Honda Toshihiro Mibe. Dia tidak malu mengungkapkan bahwa pabrikan Jepang tertinggal dari Cina dalam pengembangan mobil listrik. Demikian dilansir dari Paultan.org, Rabu (3/5/2023).

Pernyataan tersebut dia ungkapkan setelah melihat banyak mobil listrik bagus di ajang Shanghai Auto Show 2023 pada bulan lalu.

“Mereka di depan kita, bahkan lebih dari yang diharapkan. Kami sedang berpikir cara untuk melawan. Jika tidak, maka kita bakal kalah dalam kompetisi ini,” ungkap Mibe.

FILE PHOTO – The logo of BYD is seen on a car presented at the Auto China 2016 auto show in Beijing, China, April 29, 2016. REUTERS/Damir Sagolj/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD SEARCH GLOBAL BUSINESS OCT 23 FOR ALL IMAGES

Meski demikian, kata Mibe, tentunya produsen asal Jepang termasuk Honda tidak tinggal diam karena berencana untuk membalikan keadaan.

Honda memiliki rencana jangka panjang untuk meluncurkan mobil listrik di pasar utama seperti Amerika Serikat (AS), Cina, Jepang, dan negara maju lainnya dengan sebagian besar aktivitas dipercepat mulai tahun 2025.

Selain itu, Honda juga berambisi untuk memproduksi lebih dari dua juta mobil listrik setiap tahun pada tahun 2030.

CATEGORIES
TAGS