Skandal Uji Tabrak, Jualan Raize dan Rocky Hybrid Stop Sementara

Daihatsu sudah pajang Rocky hybrid di GIIAS, Agustus 2022. (Kompas.com)

JAKARTA, AVOLTA – Buntut dari skandal uji tabrak yang dilakukan Daihatsu Motor belum usai. Kali ini, perusahaan terpaksa harus menghentikan sementara penjualan Toyota Raize hybrid dan Daihatsu Rocky hybrid.

Dalam pengumuman resmi, Toyota Motor Corporation (TMC) menyebut telah ada kesalahan dalam sertifikasi pengujian tabrak UN-R135 yang dilakukan oleh Daihatsu Motor selaku pihak yang memproduksi Raize dan Rocky Hybrid. UN-R135 merupakan uji tabrak samping menggunakan tiang.

Total tercatat sebanyak lebih dari 78.000 unit Raize hybrid dan Rocky Hybrid tak bisa dijual dan dikirim ke konsumen karena kasus itu. Lebih detail lagi, 22.329 unit Rocky hybrid dan 56.111 unit Raize hybrid.

“Kami dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang mungkin dialami semua pihak terkait, termasuk untuk pelanggan yang saat ini menggunakan kendaraan tersebut,” tulis Toyota dalam siaran resmi yang ditulis Senin (22/5/2023).

Daihatsu pun angkat bicara, menurut jenama asal Jepang itu kesalahan diketahui saat pemeriksaan internal operasional sertifikasi Daihatsu, sebagai tanggapan atas pengumuman Daihatsu pada 28 April 2023 bahwa pihaknya melakukan kesalahan dalam melakukan uji tabrak samping kendaraan yang ditujukan untuk pasar ekspor.

“Semua perusahaan Grup, termasuk Toyota Motor Corporation, telah memulai pemeriksaan ulang di seluruh perusahaan dan peninjauan menyeluruh terhadap sistem tata kelola hingga sekarang,” tulis Daihatsu.

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) pernah memajang Rocky Hybrid yang diimpor utuh (CBU) dari Jepang pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022. Mobil ini hanya sekadar dipamerkan dan belum resmi dijual.

CATEGORIES
TAGS