Produsen Asal Cina Mau Bikin Fasilitas Recycle Baterai

JAKARTA, AVOLTA – Produsen baterai asal Cina, Tianneng Group berencana untuk membuat fasilitas daur ulang alias recycle baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia. Tujuannya, ingin mendukung keberlanjutan ekosistem energi hijau di tanah air.
“Rencana ini sebagai peluang berkesinambungan dalam pengembangan sumber daya baterai yang masuk energi hijau dan berkelanjutan, pembangunan ekonomi dan sosial regional, dan juga akan mendorong pertukaran ekonomi dan sosial antara Tiongkok dan Indonesia,” ujar Vice President of Tianneng Group Jack Yang dalam keterangan resminya ditulis Rabu (24/5/2023).
Perusahaan yang berkantor pusat di Zhejiang, Tiongkok ini memiliki tiga sektor utama bisnisnya yaitu sistem baterai energi baru (new energy battery systems), resource recycling, dan modern service industry.
Tianneng Group telah memiliki sekitar 17 basis produksi di 7 provinsi di Tiongkok, fasilitas R&D baterai dan tenaga terbarukan, dengan lebih dari 130 anak perusahaan serta memiliki 30.000 karyawan yang menjadikan Tianneng Group menjadi salah satu raksasa di Industri ini.
Perusahaan ini juga telah memiliki lima recycling facility di Cina dengan kapasitas recycle lithium battery mencapai 120.000 ton per tahun dan kapasitas recycle lead-acid battery mencapai 1 juta ton per tahun, setara dengan pengurangan 11,2 juta ton batubara tiap tahunnya.
“Ekspansi Tianneng Group di Indonesia tentunya tidak hanya sebatas sebagai produsen baterai saja, namun kami akan membuka peluang kerjasama dengan industri lokal Indonesia dalam hal memperkuat jaringan distribusi untuk produk baterai SLA, lithium-ion dan sodium-ion,” kata Jack Yang.
