
JAKARTA, AVOLTA – Pemberian subsidi kepada masyarakat yang membeli sepeda motor listrik tidak berjalan mulus. Salah satu kendala, yaitu Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua (Sisapira) bermasalah sehingga konsumen sulit mengakses.
Menurut Sesditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Yan Sibarang Tandiele, sistem tersebut tidak memiliki kendala. Bahkan, Sisapira mampu mencocokkan informasi sangat cepat karena terintegrasi dengan lembaga terkait.
“Jadi seperti dialur yang disampaikan, sistem tidak ada kendala karena begitu pemohon ke diler, diler sudah bisa sangat cepat mencari kebenaran dari pemohon ini karena ada datanya. Di data itu ada terintegrasi satu sistem masyarakat yang dapat diberikan pemotongan penjualan itu,” ungkap Yan dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Jakarta belum lama ini.
Hanya saja, kata Yan setelah proses verifikasi selesai permasalahan yang terjadi, yaitu menunggu STNK keluar cukup lama. Mekanisme tersebut diharapkan bisa segera diselesaikan dengan cepat sehingga masyarakat dapat menikmati subsidi tersebut.

“Setelah dilernya mengecek itu langsung bisa memastikan orang ini bisa diberikan, ketika itu dipastikan maka ada jarak waktu yang mengurus STNK dan baru bisa diberikan klaim potongan itu setelah STNK terbit,” ujar Yan.
Selain itu, menurut Yan empat kriteria penerima bantuan subsidi motor listrik juga tidak menghambat proses pemberian bantuan. Oleh karena itu, pembelian motor listrik dengan subsidi yang dinilai lambat ini bukan disebabkan oleh sistem maupun kriteria.
“Motor listrik ini merupakan barang yang baru untuk masyarakat. Artinya, dari kesiapan purna jual hingga jaringan SPKLU menjadi pertimbangan masyarakat untuk membeli kendaraan listrik,” kata dia.






