Merek Motor Listrik Lokal Minta Insentif Anti-Ribet

Motor listrik terlaris di dunia Yaeda dari Cina. (Yaeda)

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah memang telah resmi memberikan insentif pembelian kendaraan listrik, termasuk untuk sepeda motor. Namun bantuan tersebut, memang tidak semua kalangan masyarakat bisa menikmatinya.

Bahkan, sulitnya mendapatkan insentif kendaraan listrik ini, menjadi sorotan dari merek sepeda motor listrik di Indonesia, salah satunya Volta. Jenama roda dua ramah lingkungan ini, berharap insentif bisa dirasakans emua golongan.

“Saat ini insentif masih dibatasi, jadi kami berharap nanti pemerintah bisa lebih fleksibel untuk persyaratan-persyatannya,” ujar Tamara Giovanni, Head Of Marketing Volta Indonesia, disitat dari Tempo, Selasa (24/5/2023).

Setali tiga uang, General Manajer Davigo Aprizal juga berharap insentif nantinya bisa”Kami berharap untuk semua kalangan, jadi tidak ada pembatasan karena tujuannya zero emisi jadi bisa lebih cepat,” ujar dia. dirasakan semua kalangan.

Sebelumnya, Ketua Umum Periklindo, Moeldoko menyabutkan, ingga kini baru 106 unit yang mendaftar untuk pengajuan pembelian roda dua listrik ini. Padahal, alokasi dari pemerintah untuk subsidi motor ramah lingkungan ini sebanyak 200 ribu unit.

“106 yang masuk aplikasi (per hari ini), ada sesuatu dong. Untuk itu dari pemerintah merespon ada apa ini? Mesti ada sesuatu yang buat tidak nyaman,” jelas Moeldoko.

Moeldoko lebih lanjut menyampaikan, pemerintah telah melakukan rapat koordinasi dan evaluasi, serta memberikan masukan dan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), apakah restitusi (pembayaran dari pemerintah) yang diterapkan memberatkan dan terlalu ribet untuk diler ataupun konsumen.

“Ini evaluasi orang beli kan ada aplikasinya, dari sini bisa dilihat populasi untuk itu kita respon, kenapa kok yang beli baru sedikit. Jadi, dasarnya dari masyarakat sudah diberi kesempatan subsidi tapi kok gak direspon, ada apa?,” tegas Moeldoko.

CATEGORIES
TAGS