Luhut Siap Bereskan Masalah Subsidi Motor Listrik Sepi Peminat

JAKARTA, AVOLTA – Minat konsumen membeli sepeda motor listrik masih sangat kecil, meskipun pemerintah sudah memberikan subsidi Rp 7 juta per unit. Sejak diberlakukan April 2023 hingga sekarang diklaim baru terdaftar 108 orang.
Kondisi tersebut dinilai lambat sehingga butuh penanganan khusus agar minat masyarakat kembali tumbuh untuk membeli motor listrik.
Maka dari itu, menurut Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan langsung ikut turun tangan menanggapi subsidi motor listrik yang sepi peminat.
Moeldoko mengatakan pekan lalu Luhut langsung memimpin rapat antarpemangku kepentingan di saat subsidi motor listrik sepi peminat.
“Persoalannya pertumbuhan pembelian sepeda motor ini sampai di tahap ini masih lambat. Pada rapat terakhir Jumat (19/5/2023) pertumbuhan itu baru 108 sepeda motor yang terbeli. Kemarin sudah kita rapatkan semuanya, dipimpin Pak Luhut,” ujar Moeldoko dalam Green Economic Forum CNBC di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Moeldoko juga menduga ada tiga permasalahan utama subsidi motor listrik baru sepi peminat.
Pertama, menurut Moeldoko masyarakat belum banyak yang tahu soal subsidi motor listrik karena peraturannya baru dibentuk.
Kedua, aplikasi Sisapira untuk proses pembelian motor listrik subsidi disebut juga belum tersosialisasi dengan baik. Pada akhirnya, Moeldoko menyebut masyarakat belum paham cara mendapat subsidi Rp 7 juta.
Ketiga, menurut dia, sepertinya belum menjadi konsumsi publik. Pemerintah belum membicarakan subsidi kendaraan listrik di mana-mana, sehingga masyarakat masih bingung menunggu.
