Giliran JK Kritik Kebijakan Mobil Listrik

Jusuf Kalla (Dok Kompas via TribunJogja)
JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah memang tengah menggenjot pertumbuhan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia. Salah satunya, dengan memberikan insentif bagi pembelian Mobil, motor, motor konversi, Dan juga bus listrik.
Namun, kebijakan terkait pengembangan Mobil Listrik oleh pemerintah ini banyak menuai kritikan dari berbagai pihak. Setelah sebelumnya, calon presiden, Anies Baswedan melontarkan kritikannya, kini giliran Mantan Presiden Jusuf Kalla melakukan hal sama.
Menurut pria yang akrab disapa JK ini, konsep Mobil Listrik yang digaungkan pemerintah tidak bisa dikatakan bertujuan mengurangi emisi karbon. Pasalnya, listrik yang ada di Indonesia hingga saat ini paling besar masih bersumber dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
“Gini, mobil listrik itu untuk mengurangi emisi kan, tapi tiap malam itu harus di-charge, jadi sangat tergantung kepada pembangkit (PLTU),” ujar Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia tersebut, disitat dari Liputan6.com, Kamis (25/5/2023).
JK juga memberikan perumpamaan, kendaraan listrik yang digembor-gemborkan pemerintah, Jika tidak didukung dengan adanya pembangunan sumber energi yang ramah lingkungan, hanya akan tetap memberikan dampak pencemaran emisi karbon.
“”Kalau pembangkitnya tetap PLTU itu hanya pindah emisi dari knalpot mobil ke cerobong PLTU. Jadi harus bersamaan, sebenarnya kita punya program itu, tapi sampai sekarang juga kemajuannya lambat,” tukasnya.
