Toyota Siap Gaspol Jualan BEV di Cina dan AS

Ilustrasi kendaraan listrik Toyota. (Toyota)
TOKYO, AVOLTA – Toyota memang telah mengumumkan, mulai 2026 akan lebih banyak menghadirkan mobil listrik berbasis baterai alias battery electric vehicle (BEV). Total dalam waktu tiga tahun ke depan akan meluncurkan 10 model.
Namun, secara spesifik, strategi raksasa otomotif asal Jepang ini terkait elektrifikasi secara global, adalah dengan mulai dari produksi lokal di Amerika Serikat dan juga peluncuran dua BEV di Cina.
Executive Vice President TMC, Yoichi Miyazaki mengatakan, dengan peningkatan jajaran BEV pihaknya, juga akan terus meningkatkan daya tarik dan daya saing semua powertrain, termasuk hybrid dan plug-in hybrid (PHEV).
“Dari sini, saya akan membahas inisiatif BEV di setiap wilayah. Di negara maju, bersamaan dengan persiapan EV baterai generasi berikutnya, dengan fokus di seri BZ dan dengan kinerja yang disempurnakan lebih lanjut, kami akan sangat memperluas jajaran produk kami,” ujar Yoizhi Miyazaki, dalam keterangan resmi TMC, Senin (10/4/2023).

Proses peluncuran produksi perdana Toyota Kijang Innova Zenix di pabrik TMMIN, Karawang, Jawa Barat. (TMMIN)
Sedangkan untuk di Amerika Serikat, Toyota akan memulai produksi lokal SUV 3 baris pada 2025. “SUV tersebut akan dilengkapi dengan baterai yang akan diproduksi di North Carolina, dan kapasitas produksinya akan ditingkatkan,” tambahnya.
Sementara di Cina, selain bZ4X dan bZ3 yang sudah diumumkan pada bulan lalu, Toyota akan meluncurkan dua model BEV yang dikembangkan secara lokal pada 204, sesuai dengan kebutuhan di Negeri Tirai Bambu.
Kemudian, jumlah tersebut juga akan terus bertambah pada tahun-tahun berikutnya.
“Di Asia dan pasar negara berkembang lainnya, kami akan memastikan untuk menanggapi permintaan yang terus meningkat akan kendaraan listrik baterai. Secara khusus, pada akhir tahun, kami akan memulai produksi lokal truk pickup EV baterai dan juga akan meluncurkan model EV baterai kecil,” tegasnya.
Di negara maju, peralihan ke BEV melaju cepat seiring dengan matangnya pasar. Dan di pasar negara berkembang, juga diperkirakan akan bergerak karena permintaan kendaraan baru.
