
JAKARTA, AVOLTA – PT Honda Prospect Motor (HPM) memperkenalkan mobil listrik mungilnya, Honda e di Indonesia. Namun, roda empat bertenaga baterai dengan ukuran yang mirip Brio ini belum akan dijual di Tanah Air.
“Kami memperkenalkan produk-produk yang menggunakan Honda e:Technology sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan konsumen, lingkungan dan infrastruktur yang beraneka ragam,” ujar Yusak Billy, Sales Marketing & Business Innovation Director PT HPM, dalam perkenalan Honda e di Pabrik Honda di Karawang, Senin (10/4/2023).
Honda e merupakan mobil listrik kecil Honda yang diperkenalkan pertama kali pada 2019 di Frankfurt Auto Show. Sejak diperkenalkan bentuk prototipenya pada 2017, Honda e terus mengalami perkembangan hingga siap masuk jalur produksi massal.
Model ini memiliki tenaga maksimal hingga 154 PS dan torsi maksimal 315 Nm serta dukungan Sport Mode sehingga dapat berakselerasi dari 0-100 km per jam kurang dari sembilan detik.

Honda e, memiliki kapasitas baterai sebesar 35,5 kWh, yang dapat menempuh jarak sejauh 220 km. Pengisian daya baterai pada mobil berada di bagian depan mobil serta sudah dilengkapi dengan fast charging yang mampu mengisi dari 0 – 80% dalam waktu 30-36 menit
Untuk semakin meningkatkan efisiensi baterai, produk BEV Honda juga memiliki teknologi Single Pedal Control System dimana teknologi ini memanfaatkan perlambatan untuk meregenerasi tenaga listrik untuk mengisi baterai saat pengemudi melepaskan pedal akselerasi.
Dengan kapasitas battery yang ada, pengguna dapat menggunakan soket listrik 12V DC dan 230V AC untuk menghubungkan berbagai perangkat elektronik yang bisa dilakukan saat pengisian daya.
Selain itu, terdapat fitur V2X ataupun vehicle to grid, building and home, di mana saat kendaraan dihubungkan kepada Honda Power Manager, kendaraan dapat berperan sebagai stationary battery untuk menyalurkan listrik ke rumah, bangunan, maupun jaringan listrik lainnya.

