Mengurangi Emisi Karbon Tidak Melulu Mobil Listrik

Belum Dijual, Honda e Dipamerkan di Indonesia (is)
JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Indonesia terus mendorong percepatan elektrifikasi kendaraan bermotor agar dapat meningkatkan efisiensi dan konservasi energi hingga mencapai target net zero emissions.
Tujuan tersebut dapat dicapai dengan berbagai teknologi di industri otomotif, seperti hybrid, hibrida plug-in, hingga listrik murni berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).
Namun, pemerintah condong ke teknologi listrik murni, terbukti dari pemberian insentif hanya untuk mobil listrik dan sepeda motor listrik. Bahkan sudah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai.
Melalui peraturan tersebut harapan pemerintah semua produsen otomotif menghadirkan kendaraan listrik, tapi kenyataan sejauh ini baru dua merek yang mendapatkan subsidi tersebut, yakni Hyundai dan Wuling.
Merek lain belum bisa mendapatkan subsidi karena mobil listrik yang dijual belum memenuhi kriteria, salah satunya memiliki TKDN minimal 40 %. Banyak produsen sudah menjual mobil listrik tapi tidak bisa menikmati insentif. Sebagai contoh, BMW punya model iX, Toyota bZ4X, Kia EV6, hingga Lexus RX 350h.

Toyota menyerahkan mobil listrik bZ4X ke pemerintah untuk ajang KTT G20, di Bali. (TAM)
Akan tetapi tidak semua produsen otomotif menilai bahwa untuk mendukung program pemerintah dalam target net zero emissions tidak melulu harus mobil listrik murni berbasis baterai, tapi bisa juga dengan teknologi lain. Merek Jepang sebagai penguasa pasar justru mau mendorong teknologi hybrid sebagai jawaban masuk akal bagi konsumen di Indonesia yang mau ikut menurunkan emisi karbon kendaraan.
Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy Suwandy menngatakan, Toyota di Indonesia menerapkan prinsip multi pathway. Artinya, untuk berkontribusi mengurangi emisi karbon, bukan cuma dengan mobil listrik berbasis baterai, tapi juga produk lain seperti hybrid, LCGC, dan PHEV.
“Untuk yang hybrid kita sudah ada Innova Zenix dan nanti ada model baru lagi yang tahun ini akan kita keluarkan juga,” ujar Anton di Jakarta belum lama ini.
Senada, Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Donny Saputra juga mengatakan demikian. Menurut dia, strategi Suzuki berbeda dengan merek lain karena akan fokus menggarap segmen hybrid.

“Kita bermain hybrid, setelah Ertiga, dan Grand Vitara nanti aka nada produk baru hybrid lagi yang tentunya diproduksi di Indonesia. Hybrid menurut saya paling masuk akan dengan kondisi Indonesia sekarang ini,” tutur Donny belum lama ini di Jakarta.
Sementara itu, Yusak Billy, Business Innovation and Marketing & Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) juga mengatakan seperti itu. Honda di Indonesia akan fokus menggarap hybrid untuk mengikuti program elektrifikasi dari pemerintah.
“Tahun ini kami akan meluncurkan mobil hybrid, dan saya rasa masuk program elektrifikasi tahap awal mengaplikasikan teknologi hybrid yang paling tepat,” kata Billy belum lama ini di Jakarta.
