GM Tolak Apple Carplay dan Android Auto untuk Mobil Listrik

JAKARTA, AVOLTA – General Motors (GM) memutuskan menolak menggunakan sistem hiburan dari Apple Carplay dan Android Auto di mobil listrik buatannya di masa depan. Pabrikan otomotif asal Amerika Serikat (AS) itu beralih ke perangkat yang dikembangkan Google.
Mengutip laman Reuters, Selasa (4/4/2023) keputusan GM berhenti menggunakan perangkat tersebut karena mobil listrik di masa depan akan dibuat lebih banyak data tentang cara konsumen mengemudi dan mengisi daya baterai.
Bahkan, kini GM sedang merancang sistem navigasi dan hiburan on-board untuk kendaraan listrik masa depan dalam kemitraan dengan Google.
Kolaborasi tersebut diketahui sudah berlangsung sejak 2019 untuk mengembangkan fondasi perangkat lunak sistem hiburan yang akan terintegrasi lebih erat dengan sistem kendaraan lain, seperti asisten pengemudi Super Cruise.
Sekarang ini, GM tengah berupaya mempercepat strategi agar mobil listriknya menjadi platform untuk layanan berlangganan digital.
“Kami yakin ada peluang pendapatan langganan bagi kami,” ucap Chief Digital Officer GM Edward Kummer.
GM mengatakan, pembeli mobil listrik dengan sistem baru akan mendapatkan akses ke Google Maps dan Google Assistant, sistem perintah suara, tanpa biaya tambahan selama delapan tahun.
Selanjutnya, sistem hiburan masa depan itu juga akan menawarkan aplikasi seperti layanan musik Spotify, Audible, dan layanan lainnya yang sekarang banyak diakses oleh pengemudi melalui ponsel.
