
JAKARTA, AVOLTA – Mobil listrik milik PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) cukup diterima dengan baik di pasar otomotif nasional. Terbukti, inden atau waktu tunggu untuk kendaraan ramah lingkungan asal Korea Selatan ini masih cukup lama.
Namun, kondisi tersebut dikatakan sudah lebih baik, karena saat ini PT HMID telah mendapatkan dukungan dari pihak prinsipal untuk bisa mempercepat proses distribusi untuk Ioniq 5.
“Sekarang inden masih lebih dari 3.600-an unit, tapi kita sudah dapat support dari headquarter, kita akan bagi supply. Jadi sudah kita perhitungkan,” ujar Makmur, Chief Operating Officer (COO) HMID, saat ditemui di gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023, Kemayoran, Jakarta Pusat.
“Sebelumnya kita inden satu tahun lebih, sekarang kita bisa supply hanya dalam waktu enam bulan,” tegas Makmur.

Namun, Makmur sendiri tidak memberikan informasi lebih detail, berapa unit yang bakal siap dikirim ke konsumen dalam waktu enam bulan. Ia hanya memastikan, produksi Ioniq 5 tahun ini bisa empat sampai lima kali lebih banyak dari 2022, yang mengalami kendala krisis cip semikonduktor.
“Memang alokasi unit yang sudah kita prediksi, tapi ternyata antusias masyarakat sangat besar,” pungkas Makmur.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga telah mengungkapkan jika ketersedian mobil listrik di Indonesia masih cukup terbatas. Terbukti, saat insentif untuk pembelian roda empat ramah lingkungan ini saja, waktu tunggu alias inden sudah lebih dari setahun.
“Tadi yang mobil-mobil listrik, saya tanya antriannya ada yang setahun indennya, apalagi diberi insenitf. Tapi, tetap dalam perhitungan dan kalkulasi nanti,” ujar pria yang akrab disapa Jokowi ini.



