Obral Diskon Mobil Listrik, Puluhan Karyawan VinFast Dipecat

Kendaraan listrik VinFast (Reuters)
JAKARTA, AVOLTA – Perang harga mobil listrik terjadi di Amerika Serikat (AS) pada awal tahun 2023. Awal mula Tesla yang menurunkan banderol dan diikuti oleh sejumlah pabrikan otomotif lain, termasuk VinFast dari Vietnam.
Melansir laman Bloomberg, Selasa (14/2/2023), VinFast merupakan produsen mobil listrik dari Vietnam yang akan mulai berjualan di AS dan Kanada. Namun, perusahaan itu dirundung masalah karena harus melakukan pemecatan terhadap 80 karyawan termasuk beberapa petingginya.
Bahkan salah satu petinggi VinFast, yakni Rodney Haynes harus ikut angkat kaki. Terakhir jabatan yang dipegang adalah Chief Financial Officer (CFO) VinFast Amerika. Langkah tersebut dilakukan karena VinFast ikut mengobral diskon seperti Tesla, dan produsen lain.
CEO VinFast Amerika Van Anh Nguyen dilansir dari laman Carbuzz akan tetap sebagai CEO operasi gabungan. Bahkan, dia juga menjabat CEO VinFast US Manufacturing atau pabrik mobil VinFast.
“Cara ini akan berdampak pada perampingan operasi kami di Amerika Utara dan ada departemen tertentu yang terpengaruh oleh hal ini,” tulis keterangan resmi VinFast Amerika.
Perlu diketahui, VinFast juga sedang menunggu persetujuan untuk memulai pembangunan fasilitas produksi senilai USD4 miliar atau mencapai Rp 60,7 triliun di North Carolina.
Pabrik itu nantinya akan memproduksi dua mobil listrik VinFast yakni VF 8 dan VF 9 EV. Targetnya kedua mobil itu mulai diproduksi tahun depan.
