Diskon Tesla Bisa Merusak Pasar Mobil Listrik Dunia

BERLIN, AVOLTA – Tesla pada awal 2023 mengumumkan strategi untuk memberikan diskon pembelian mobilnya. Hal tersebut untuk meningaktkan penjualan, karena terjadinya penurunan pasar kendaraan listrik, khususnya di Cina.
Setelah pabrikan asal Amerika Serikat ini menerapkan strategi tersebut, banyak pabrikan yang merespon terkait diskon besar untuk pembelian mobil listrik. Salah satunya adalah VinFast, yang akhirnya melakukan promosi besar-besaran juga. Lalu, Ford juga menurunkan harga untuk Mustang Mach-E.
Namun, tidak semua pabrikan melakukan strategi penurunan harga mobil listriknya untuk meningaktkan pasar, Seperti Volkswagen Group yang bergeming dengan strategi diskon ini.
“Kami memiliki strategi penetapan harga yang yang jelas dan berfokus pada keandalan. Kami percaya pada kekuatan produk dan merek kami,” jelas Oliver Blume, CEO Volkswagen.

Renault Luncurkan 2 Mobil Listrik Mungil Pesaing Citroen Carscoops)
Tidak hanya Volkswagen Group, Renault melalui sang CEO juga memberikan reaksi atas strategi penurunan harga jual mobil listrik yang dilakukan Tesla.
“Saya pikir pertarungan harga mobil listrik saat ini bukanlah hal yang terbaik yang dapat terjadi di industri. Karena kami harus berinvestasi, kami harus menghasilkan margin untuk mobil listrik. Jika tidak, ini akan menjadi bisa yang tidak sehat bagi industri,” helas Luca de Meo disitat dari Carbuzz, Senin (6/2/2023).
Beberapa spekulasi berkembang setelah Tesla melakukan strategi tersebut, ada anggapan perusahaan milik Elon Musk ini mampu memberikan diskon yang besar karena masih memiliki margin yang tinggi, dan tidak terpengaruh dengan adanya penurunan harga mobil listrik.
