Renault Kurangi Sahamnya di Nissan Jadi 15 Persen

Aliansi Renault dan Nissan (ist)

JAKARTA, AVOLTA – Aliansi dua pabrikan asal Perancis dan Jepang, yakni Renault dan Nissan sudah terjadi sejak 1999. Ketika itu, Renault membeli saham Nissan 37 persen karena sedang dilanda masalah keuangan.

Melansir laman asia.nikkei.com, Selasa (31/1/2023), seiring bertambahnya waktu saham Renault di Nissan bertambah dan terakhir memiliki 43 %. Namun, porsi kepemilikan saham tersebut kini diturunkan menjadi 15 %.

Presiden dan CEO Nissan Makoto Uchida bersama CEO Renault Luca de Meo dengan pejabat eksekutif dari kedua perusahaan telah menyetujui proposal yang diusulkan. Bahkan, Nissan memutuskan untuk berinvestasi di perusahaan mobil listrik baru, yang akan diberi nama Ampere, garapan Renault.

Rencana ke depan di Ampere, Nissan membeli kepemilikan saham sebesar 15 %, meski jumlah pastinya belum disebutkan.

Bersama mitranya, kolaborasi tersebut rencananya akan mempromosikan proyek baru di India, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan sebagainya. Selain dengan Renault, Nissan juga beraliansi dengan Mitsubishi Motors. Ketiganya akan merilis detail perjanjian di London pada 6 Februari 2023.

Kondisi ini membuat Nissan khawatir soal kebocoran teknologi, dan sejumlah pejabat di Nissan takut mengenai peran pemerintah Prancis saat mengubah modal antara kedua pabrikan mobil ini.

Alhasil, hasilnya kedua perusahaan tidak sepakat soal hak kekayaan intelektual terkait mobil listrik (EV) dan isu lainnya. Pada awal Januari 2023, misalnya, pemerintah Perancis, mengirimkan surat pada mitra Jepang sambil mengatakan tidak akan menentang penggurangan saham Renault di Nissan.

CATEGORIES
TAGS