
JAKARTA, AVOLTA – VinFast merupakan merek mobil buatan Vietnam yang kini sudah memasuki pasar otomotif, termasuk menjual mobil listik di Amerika Serikat (AS). Sadar dengan persaingan ketat antar pabrikan, staretgi pun dibikin bisa menarik minat konsumen, yaitu menawarkan harga yang lebih murah.
Melansir laman Autoblog, Sabtu (7/1/2023), VinFast mengakui bahwa tidak mudah masuk dan merebut hati konsumen AS yang sudah melekat dengan merek-merek ternama, termasuk Tesla dalam menjual mobil listrik.
Namun, VinFast berani mengambil langkah pasang harga murah untuk bisa memikat perhatian dan minat konsumen di negeri berjuluk Paman Sam itu.
Sebagai contoh, VinFast VF8 dijual USD41.000 atau setara dengan Rp 638,6 juta. Banderol tersebut jauh lebih murah sekitar 40 % lebih dibanding Tesla Model Y yang harganya mencapai USD64.990 atau mencapai Rp 1,01 miliar.

Tapi bedanya, ternyata VinFast menjual mobil listriknya tanpa paket baterai, sehingga konsumen akan dibebankan biaya tambahan untuk menyewa baterai.
Tapi, tidak disebutkan berapa per bulannya biaya penyewaannya. Hanya saja diklaim jauh lebih murah dibanding biaya bahan bakar minyak per bulan rata-rata di AS.
Keseriusan VinFast juga dibuktikan dengan mengikuti ajang pameran teknologi Consumer Electronic Show (CES) 2023 di Las Vegas, AS yang tengah berlangsung pekan ini.
Selama pameran itu, VinFast membawa tiga mobil listrik baru yakni VinFast VF5, VinFast VF6, dan VinFast VF7. Ketiga mobil itu makin melengkapi dua mobil lainnya yang sudah diluncurkan tahun lalu VinFast VF8 dan VinFast VF9.



