Pemerintah Siapkan Insentif Rangsang Ekosistem Baterai EV

Sistem penggerak BMW Ix terbaru, bakal mencoba baterai baru. (BMW)

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah Indonesia ingin membangun ekosistem baterai kendaraan listrik, karena secara sumber daya alam sangat mumpuni. Meski demikian, tetap harus mendapatkan dukungan dari para investor untuk membangun pabrik.

Guna merangsang para investor masuk, tentunya pemerintah akan memberikan insentif yang sampai sekarang masih disusun.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan hasil Sidang Kabinet Paripurna poin utama yaitu instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik mulai dari hulu ke hilir.

“Pak Presiden juga menegaskan terkait pengembangan ekosistem hulu hilir dari EV (electric vehicle), baterai sampai dengan industri otomotif berbasis EV,” ucap Airlangga dalam video yang diunggah di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (6/12/2022).

Kijang Innova BEV Concept Study Car langsung disambangi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada pembukaan IIMS Hybrid 2022. (TAM)

Airlangga melanjutkan, terkait dengan ekosistem baterai kendaraan listrik, Jokowi juga meminta agar para menteri terkait untuk bisa mendalami lagi berbagai komoditas yang bisa menjadi bahan baku pembuatan baterai.

“Terkait ekosistem ini diminta untuk mendalami berbagai komoditas, baik itu bauksit, aluminium, nikel, beserta integrasi ekosistem dalam bentuk EV baterai, yang butuh nikel, kobalt, membutuhkan mangan, dan komoditas lainnya,” ujar Airlangga.

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu Jokowi sempat mengatakan bahwa 60 persen kendaraan listrik dunia akan bergantung pada ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia. Hal ini tak lepas dari sebagian besar sumber daya buat pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik ada di Indonesia seperti nikel, tembaga, bauksit, dan timah.

CATEGORIES
TAGS