Fokus Subsidi Motor Listrik untuk Konversi dan Ojol

JAKARTA, AVOLTA – Pemerintah sedang mengkaji aturan insentif untuk kendaraan listrik. Rencananya, masyarakat yang menggunakan mobil atau sepeda motor listrik akan diberikan subsidi dengan nilai yang masih digodog.

Informasinya subsidi yang diberikan, yaitu Rp 6,5 juta. Kini informasi terbaru menyebutkan bahwa insentif tersebut fokus kepada motor listrik hasil konversi dan pengguna ojek online alias ojol.

Bahkan nantinya jumlah penerima subsidi ini akan disesuaikan dengan kemampuan pemerintah dan diprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Wah, itu Ojol itu penting, kita prioritasin,” ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM belum lama ini.

Arifin menjelaskan, bahwa subsidi ini akan lebih banyak diberikan untuk sepeda motor konversi dari motor berbahan bakar minyak (BBM) ke motor listrik. Dirinya berharap kebijakan terkait subsidi kendaraan listrik ini bisa rampung sebelum pergantian tahun 2022.

Dia pun berharap ketika insentif ini diterapkan maka diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk membeli kendaraan listrik. Dengan demikian, pemerintah Indonesia diharapkan juga mampu mencapai target net zero emission (NZE) pada tahun 2060.

“Selain kurangi emisi, kita juga bisa mengurangi devisa impor fosil. Kemudian kita juga bisa kurangi kalau terjadi krisis-krisis kaya kemarin, kita enggak terlalu besar dampaknya, apalagi kalau ini terlaksana secara konsisten,” tutur Arifin.

CATEGORIES
TAGS