DFSK Gelora E Segera Jadi Mobil Listrik Buatan Indonesia

DFSK Gelora E (Motor1)
JAKARTA, AVOLTA – PT Sokonindo Automobile (DFSK) telah memastikan akan merakit lokal atau incompletely knock down (IKD) mobil listriknya, Gelora E pada tahun depan di pabriknya di Cikande, Serang, Banten.
Saat ini, Gelora E masih dijual dengan status impor utuh alias completely built-up (CBU) dari Cina, dengan harga jual di atas Rp 500 jutaan. Dengan begitu, ketika model ramah lingkungannya tersebut sudah dirakit lokal, maka diharapkan banderol jualnya bisa ditekan lebih murah.
“Mudah-mudahan semua lancar, persiapan kita di pabrik Cikande dan komponen sparepart di Cina. Awal tahun depan kita mulai produksi di Cikande,” ungkap CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, saat ditemui di Media Gathering, di Ancol, Jakarta Utara.
Barus mengatakan, tentunya dengan melakukan perakitan lokal untuk Gelora E, harganya bisa lebih murah karena tidak lagi dikenakan pajak impor dari Cina.

DFSK siap produksi mobil listrik di Indonesia (Ist)
Kapasitas produksi di pabrik DFSK sendiri masih cukup besar untuk ditambah produksi Gelora E. Secara total, kapasitas di fasilitas Cikande sekitar 50 ribu unit per tahun, dan baru terpakai sekitar 15% sampai 20%.
“Ada investasi tambahan, tapi nilainya kecil. Paling penting, kita sudah bisa produksi mobil listrik secara lokal sehingga konsumen bisa lebih untung membeli mobil listrik kita,” jelas Barus.
Sementara itu, Sales and Marketing Director PT Sokonindo Automobile (DFSK), Rifin Tanuwijaya menegaskan, untuk harga akan bisa tereduksi antara Rp 100 sampai Rp 150 jutaan ketika DFSK Gelora E sudah dirakit secara lokal.
“Harganya menjadi lebih murah, nantinya Gelora E bisa sekitar Rp 350 juta dan untuk E-Mini Bus akan menjadi Rp 399 juta. DFSK juga akan ekspor Gelora E ke beberapa negara Asia dan Afrika,” pungkasnya.
