Bos Toyota Bilang Jangan Bergantung pada Mobil Listrik Murni!

CEO Toyota, Akio Toyoda (ist)
JAKARTA, AVOLTA – Kendaraan listrik dipercaya akan menjdi masa depan industri otomotif dunia, bahkan para produsen berlomba-lomba menghadirkan mobil listrik yang terbaik untuk masyarakat di masa depan.
Sebenarnya, untuk menciptakan netralitas karbon tidak hanya terpaku pada kendaraan listrik murni berbasis baterai alias battery electric vehicle (BEV), tapi masih banyak teknologi lain yang bisa mendukung.
President & CEO Toyota Motor Corp Akio Toyoda juga mengatakan demikian. Menurut bos Toyota ini, tantangan terbesar adalah mengamankan bahan baku dan rantai pasok baterai, serta kekhawatiran lainnya terkait jumlah penjualan, terutama karena harga mobil listrik yang melonjak tahun ini.
Meski demikian, para produsen mobil terlanjur berinvestasi dalam skala besar terhadap mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).
“Orang-orang yang terlibat dalam industri otomotif sebagian besar merupakan mayoritas yang diam. Mereka bertanya-tanya apakah EV benar-benar menjadi pilihan satu-satunya,” ucap Toyoda dikutip Bangkok Post, Rabu (28/12/2022).
Menurut Toyoda, solusi terbaik untuk industri otomotif masa depan, yaitu mengembangkan sejumlah teknologi powertrain yang berbeda, termasuk hibrida, hibrida plug-in, mobil bertenaga hidrogen, dan kendaraan baterai listrik.
Bahkan lanjut dia, tujuan utama dari elektrifikasi kendaraan adalah untuk mengurangi polusi udara guna mencapai netralitas karbon. Sehingga, hal tersebut tidak serta-merta dapat tercapai hanya dengan memprioritaskan mobil segmen tertentu.
“Dan sejujurnya, BEV bukanlah satu-satunya cara untuk mencapai tujuan netralitas karbon dunia,” ujar Toyoda.
