Mobil Listrik Datang, Industri Pelumas Terancam?

Lexus UX300e, salah satu mobil listrik yang sudah semi otonom. (TAM)
JAKARTA, AVOLTA – Industri otomotif Indonesia mulai memasuki era elektrifikasi. Kondisi ini jelas terlihat dari mulai bermunculan beragam kendaraan elektrifikasi, mulai teknologi hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan tentu saja battery electric vehicle (BEV).
Seiring berjalannya waktu, dan mulai banyaknya mobil BEV yang hadir, kendaraan tidak lagi membutuhkan oli mesin. Terkait situas ini, salah satu industri yang terancam adalah pelumas atau oli mesin karena akan berkurang atau sama sekali hilang dalam operasional kendaraan listrk murni seperti BEV.
Namun, produsen pelumas di Indonesia masih optimistis kalau pasar oli mesin masih tetap menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan.
“Kami melihat, hingga beberapa tahun ke depan pelumas masih digunakan di industri dan otomotif. Itu bagian dari target kita untuk tetap growth (tumbuh),” ujar Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricant, saat kunjungan ke pabrik Production Unit Jakarta, seperti disitat dari laman Liputan6.com, Selasa (30/11/2022).
Lanjutnya, pelumas untuk kebutuhan ekosistem kendaraan listrik (EV) memang akan berbeda. Sehingga, pihak pabrikan pelumas asal Indonesia ini akan menerapkan strategi untuk bermitra dengan pebisnis di bidang teknologi, untuk menciptakan produk yang berhubungan dengan industri mobil ramah lingkungan.
“Di sisi lain, kami juga secara portofolio bisnis melakukan diversifikasi, kita mulai masuk ke speciality chemical, seperti chemical oil. Jadi, banyak sekali detailnya. Ini untuk otomotif dan industri,” tegas Sari.

Sementara itu, bagi Bardahl Indonesia, pasar oli baik roda empat dan roda dua di Tanah Air masih menjanjikan, seiring dengan terus bertumbuhnya penjualan kendaraan.
“Masih sangat menjanjikan, khususnya untuk pasar oli kendaraan roda dua. Dari penjualan sepeda motor yang tiap tahunnya mengalami peningkatan, menjadi peluang bagi produsen oli, termasuk Bardahl,” tegas VP Bardahl Indonesia, Pudjijarto Sutjipto, seperti diberitakan Kompas.com, beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), penjualan motor sepanjang 2021 mencapai 5.057.516 unit, tumbuh 38% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan motor pada periode Januari-Oktober 2022, telah mencapai 4.149.947 unit atau 81,4% dari target 5,1 juta unit.
