
JAKARTA, AVOLTA – Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) skeptis kalau target produksi 2 juta unit sepeda motor listrik di Indonesia pada 2025 dari Presiden Joko Widodo bisa tercapai.
Johannes Loman, Ketua Umum AISI mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk memenuhi target tersebut. Namun, ia juga mengatakan, target tersebut tergantung dengan masyarakat bisa menerima roda dua ramah lingkungan tersebut di Tanah Air.
“Ini kan perubahan teknologi ya, dan setiap perubahan teknologi itu membutuhkan waktu,” jelas Loman, saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta Pusat.
Loman juga mengatakan anggota AISI yang terdiri dari lima pabrikan sepeda motor besar di pasar nasional, seperti Honda, Yamaha, Suzuki, kawasaki, dan TVS masih tergolong baru untuk bisa masuk ke segmen elektrifikasi.

Dengan melihat kondisi tersebut, apakah AISI melihat mustahil dengan target 2 juta unit produksi sepeda motor listrik lokal pada 2025?
“Saya belum bisa bicara. Kalau ita bicara motor listrik, kendalanya itu masih di harga, jarak, dan juga lamanya charging. Kalau itu segera diselesaikan dengan teknologi yang ada, saya kira akan lebih cepat,” sambung pria yang juga menjabat sebagai Executive Vice President Director PT Astra Honda Motor (AHM).
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, target produksi 2 juta sepeda motor listrik tersebut dinilai cukup realistis mengingat peluang investasi dari para produsen otomotif begitu besar, sehingga apa yang diinginkan presiden bisa tercapai.
Hal tersebut, didukung dengan animo para investor untuk mendirikan pabrik motor listrik di Indonesia cukup besar.


