Soal Motor Listrik, Yamaha Utamakan Kualitas dari Kuantitas

JAKARTA, AVOLTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah fokus mempercepat era elektrifikasi di Indonesia. Setelah meneken Instruksi Presiden (Inpres) No 7 Tahun 2022, kini mematok target agar bisa memproduksi sepeda motor listrik 2 juta unit dalam waktu cukup singkat.

Menanggapi target dari sang presiden, salah satu pabrikan sepeda motor di Indonesia, Yamaha merespon hal tersebut. Pabrikan berlambang garpu tala ini beranggapan target produksi 2 juta unit sepeda motor listrik dari pemerintah cukup tinggi.

“Saya tidak tahu karena saat ini penjualan motor (konvensional) saat ini 5 juta, 2 juta (produksi motor listrik) mungkin cukup tinggi,” ujar CEO Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Minoru Morimoto saat ditemui di Bogor, Jawa Barat.

Yamaha E01 mulai diuji coba di Indonesia (YIMM)

Namun, Morimotmenegaskan, jika Yamaha tidak akan mengabaikan arah kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jika pemerintah mengatakan itu, Yamaha sebagai perusahaan akan mendukung pemerintah. Kami tentu akan memikirkannya, kami tidak mengabaikan kebijakan pemerintah,” tegas Morimoto.

Sementara itu, jenama asal Jepang ini juga mengatakan, bisa saja membuat sepeda motor listrik dengan harga murah, kualitas rendah jika hanya untuk mengejar kuantitas produksi. Tapi, hal itu bukanlah cara Yamaha untuk bisa berbisnis di sebuah negara, termasuk di Indonesia.

“Bila kami mengikuti arah pemerintah, kami harus memastikan kualitas, keamanannya,” pungkasnya.

CATEGORIES
TAGS