BUMN Jadi Early Adopter Mobil Listrik di Indonesia

JAKARTA, AVOLTA –  Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus mendorong percepatan era elektrifikasi di Indonesia. Terakhir mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No.7/2022 untuk mendorong pernerapan atau adopsi awal kendaraan listrik di lingkungan pemerintah dan BUMN.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun mengatakan, pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan populasi kendaraan listrik. Maka dari itu, tahap awal pemerintah dan BUMN akan menjadi contoh dalam pengunaan kendaraan listrik.

Informasi tersebut disampaikan Luhut pada acara “Side Event Road to G20, Arah Negara Indonesia dalam Mengembangkan Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik, di Jakarta.

“Dan kita akan terus mendorong implementasi Perpres ini untuk memberikan berbagai insentif kepada industri dan pengguna KBLBB. Selain itu, Pemerintah dan BUMN juga akan menjadi early adopter EV lewat Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 2022 dan Peraturan Menteri BUMN,” ungkap Luhut, dikutip dari siaran pers, Kamis (27/10/2022).

Luhut menjelaskan, percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia akan secara siginifikan memecahkan sederet tantangan dalam elektrifikasi sektor transportasi.

Sebagai contoh, industri manufaktur yang masih relatif baru di Indonesia, harga kendaraan listrik yang masih relatif tinggi dari kendaraan Bahan Bakar Minyak (BBM) konvensional, infrastruktur pendukung seperti pengisian energi (SPKLU), serta insentif keuangan yang masih belum masif.

Selain itu, elektrifikasi sektor transportasi diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi tantangan tingginya jumlah subsidi energi BBM dan tingginya emisi karbon yang menyebabkan pencemaran udara.

“Teknologi elektrifikasi pada sisi transportasi sudah dapat dibuktikan andal di seluruh dunia. Indonesia juga memiliki pasokan listrik yang berlimpah di pulau jawa dan masih banyak lagi potensi EBT di masa berikutnya. Selain itu, terdapat pengurangan emisi yang signifikan dalam penggunaan kendaraan listrik, walaupun sumber listriknya masih beremisi untuk saat awal ini,” kata Luhut.

CATEGORIES
TAGS