Bangun Industri EV, BMW Investasi Rp 26 Triliun di AS

JAKARTA, AVOLTA – Kendaraan listrik akan jadi industri masa depan yang cukup menjanjikan. Tidak heran, berbagai pabrikan mobil atau motor mengucurkan investasi besar, untuk membangun bisnisnya di segmen otomotif ramah lingkungan tersebut, dan salah satunya BMW.
Raksasa asal Jerman ini, akan menginvestasi dana sebesar US$ 1,7 miliar atau setara dengan Rp 26 triliun untuk membangun bisnis di Amerika Serikat, tepatnya di Carolina Selatan.
Disitat dari Carscoops, Senin (24/10/2022), investasi tersebut akan terbagi dua. Pertama, sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp 15 trilun akan digunakan untuk membangun pabrik, sebagai manufaktur SUV kendaraan listrik di Starnburg, Carolina Selatan.
Chief Executive Officer (CEO) BMW Oliver Zipse menjelaskan, pabrik baru ini akan menjadi kekuatan baru dalam elektrifikasi kendaraan, dengan setidaknya BMW bisa meluncurkan enam model mobil listrik murni.
“Ke depan, (Spartanburg) akan menjadi pendorong utama strategi elektrifikasi kami, dan kami akan memproduksi setidaknya enam model BMW X full elektrik di sini pada 2030,” ujar Zipse.

Baterai gemini lagi dites BMW iX. (BMW)
Sementara itu, untuk investasi tahap kedua, senilai US$ 700 miliar atau setara dengan Rp 11 triliun akan digunakan untuk membangun pusat perakitan baterai baru di dekat Woodruff, Carolina Selatan. Fasilitas tersebut akan memiliki lahan seluas 93 meter persegi.
Fasilitas perakitan ini, diperkirakan akan dioperasi oleh 300 karyawan baru, dan digunakan untuk membuat baterai silinder BMW generasi terbaru.
Pabrikan asal Bavarian ini mengatakan, format baterai baru miliknya tersebut bisa meningkatkan kepadatan energi sebesar 24%, meningkatkan kecepatan pengisian hingga 30% dan meningkatkan daya jangkau sebesar 30%.
Baterai baru ini, akan diproduksi dengan bermitra bersama produsen baterai lithium, Envision AESC.
