Upaya Nissan dan Honda Amankan Pasokan Baterai Mobil Listrik

JAKARTA, AVOLTA – Dua produsen otomotif asal Jepang, Nissan dan Honda sama-sama berupaya mengamankan pasokan baterai mobil listrik. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas dalam mendapatkan pasokan baterai mobil listrik di masa depan.

Berdasarkan keterangan resmi, Nissan Motor Company menyatakan akan mengakuisisi salah satu pemasok baterai utamanya, karena produsen mobil ingin mempercepat pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Nissan telah mengumumkan akuisisi produsen baterai lithium-ion Vehicle Energy Japan Inc.

Dari sudut lain, Honda Motor Company menyatakan ranting usaha di Cina akan membentuk perusahaan patungan baru, akhir bulan ini. Kerja sama menggandeng produsen mobil lokal Tiongkok agar bersama mendapatkan baterai kendaraan listrik.

Melansir Kyodo, Jumat (9/9/2022), pengumuman itu datang menyusul banyak produsen otomotif di seluruh dunia yang memperluas upaya untuk meluncurkan mobil listrik di tengah peraturan lingkungan dan emisi yang lebih ketat.

Rencananya, Nissan akan mengakuisisi Vehicle Energy Japan dengan nilai yang tidak diungkapkan untuk mengamankan pasokan baterai yang stabil dan memfasilitasi pengembangan baterai generasi berikutnya.

Nissan bakal membeli 47 persen saham di Vehicle Energy yang dipegang oleh dana yang didukung negara INCJ Ltd., dan membeli lebih banyak saham yang akan dikeluarkan oleh produsen baterai.

Sedangkan Honda akan mendirikan fasilitas di Beijing akhir bulan ini dengan Dongfeng Motor Corp dan Guangzhou Automobile Group Co untuk pengadaan baterai kendaraan listrik.

Bahkan akan memperkuat kemitraannya dengan raksasa baterai mobil China, Contemporary Amperex Technology Co., umumnya dikenal sebagai CATL, untuk memperkuat rantai pasokan baterainya.

CATEGORIES
TAGS