Soal SPKLU, PLN Sulit Bergerak Sendiri

Pemerintah Tambah 10 SPKLU di Indonesia Timur (Dok PLN)
JAKARTA, AVOLTA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) punya tugas membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia yang sampai sekarang masih dalam tahap pengembangan. Namun, untuk melancarkan rencana tersebut, PLN menyebut tidak bisa bergerak sendiri.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Menurut dia, soal SPKLU, perlu menggandeng pihak ketiga seperti perbankan, perkantoran, mal, atau bahkan kedai-kedai kopi.
“Agar pembangunan SPKLU tidak hanya dari PLN saja. Lahan kami tidak banyak, tidak cukup, tidak strategis, tapi pihak-pihak ketiga itu punya dan bisa diajak kerja sama,” ungkap Darmawan usai menyerahkan Renewable Energy Certificate (REC) ke Istana Kepresidenan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Darmawan melanjutkan, saat ini PLN sudah memberikan fasilitas buat pengguna kendaraan listrik, salah satunya, yakni memberikan diskon tarif listrik buat pengecasan di rumah.
“Itu kan setiap pembelian terpasang home charging, kami hubungkan dengan sistem kami, dipantau dan setiap jam 22.00 hingga 6.00 kami lakukan diskon 30 persen,” kata Darmawan.
Dia juga meyakini bahwa dengan banyak kelebihan yang dimiliki oleh kendaraan listrik, maka pergeseran dari kendaraan bermesin konvesional ke listrik akan terjadi secara alami.
“Dengan seluruh kelebihan kendaraan berbasis listrik ini, pergeseran mobil dan motor akan berjalan secara alamiah, karena market membutuhkannya,” ujar dia.
