Antam Siap Jadi Pemasok Bahan Baku Baterai Mobil Listrik

JAKARTA, AVOLTA – PT Aneka Tambang (Antam) dan Indonesia Battery Corporation (IBC) yang berada di bawah naungan Inalum dan MIND ID, telah menandatangani framework agreement.

Hal tersebut, dikatakan oleh Nico Kanter, Direktur Utama Antam, saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, seperti dikutip dari kantor berita Antara, ditulis Rabu (14/9/2022).

Nico mengatakan, pihaknya tengah menjajaki kerja sama global dengan sejumlah perusahaan untuk membangun pabrik nikel kelas satu. Tujuannya, untuk menghasilkan bahan baku utama baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Penandatanganan kerjasama tersebut, akan menjadi dasar kegiatan tidak hanya pembangunan smelter. “Akan tetapi turunan katoda prekursor dan baterai, sampai daur ulang juga dibangun di Indonesia,” ujar Nico.

Lanjut Nico, nikel ini memiliki dua jenis, yaitu nikel kelas satu yang dimanfaatkan untuk baterai kendaraan listrik. Lantas nikel kelas dua yang digunakan untuk produk stainless steel.

Pabrik-pabrik di Indonesia termasuk yang ada di Sulawesi Tenggara, selama ini hanya mengolah nikel kelas dua menjadi nickel pig iron atau feronikel kemudian diturunkan menjadi stainless steel.

Sementara itu, nikel kelas satu adalah nikel yang diproduksi menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP) atau mixed sulphide precipitate (MSP) berupa bahan-bahan yang digunakan untuk menjadi prekursor atau katoda yang akhirnya menjadi baterai kendaraan listrik.

“Jadi (nikel) kelas satu ini memang belum ada pabriknya di Indonesia, tapi kami sudah menandatangani beberapa perjanjian kerja sama untuk bangun smelter prekursor dan juga baterai,” tandas Nico Kanter.

CATEGORIES
TAGS