
JAKARTA, AVOLTA – Produsen sepeda motor konvesional yang ada di Indonesia diminta untuk segera memproduksi motor listrik, untuk mendukung target pemerintah, yaitu sekitar 20 % dari total produksi nasional atau sebanyak 2 juta unit pada tahun 2025 adalah sepeda motor listrik.
Setiap tahun, sekitar 5 juta-6 juta unit para pabrikan motor yang ada di Indonesia menikmati penjualan motor konvensional. Secara tidak langsung, jutaan motor ini juga menyumbang polusi udara sekaligus menguras konsumsi BBM setiap tahun.
Ke depan, pabrikan motor yang punya fasilitas perakitan diminta menunjukkan komitmennya untuk meluncurkan produk elektrifikasi yang cocok untuk pasar.
Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menuturkan, pihaknya bakal mengingatkan pabrikan motor berbahan bakar fosil agar mengikuti regulasi dan target yang sudah ditetapkan pemerintah.
“Sebetulnya kami DEN telah membuat surat kepada Bapak Presiden, untuk para produsen motor berbahan bakar BBM itu. Untuk membuat jadwal, road map, segera memproduksi motor listrik. Itu sudah pernah kita buat sebetulnya, dan mungkin nanti akan kita ingatkan lagi,” ungkap Djoko belum lama ini di kawasan Bogor.
Menurut dia, kewajiban pabrikan motor untuk mengikuti regulasi telah sesuai dengan rencana pemerintah dalam rangka Nett Zero Emission pada tahun 2060, termasuk juga komitmen Indonesia meratifikasi Paris Agreement.
“Salah satunya dituangkan dalam Perpres 22 Tahun 2017, di sana ada target 2,1 juta motor listrik. Sehingga angka-angka sudah ada, meskipun masih di bawah target, maka kami akan mengingatkan kepada produsen motor BBM untuk segera memproduksi motor listrik,” tutur Djoko.



