Inden Hyundai 5 di Indonesia Tembus 1 Tahun Lebih

Hyundai Ioniq 5 di DPR RI (dpr.go.id)
JAKARTA, AVOLTA – Mobil listrik Hyundai Motors Indonesia (HMID), Ioniq 5 cukup diterima pasar dengan baik. Terbukti, penjualan mobil nol emisi pabrikan Korea Selatan ini masih cukup tinggi dicerminkan lewat inden atau waktu tunggu yang tembus 1 tahun lebih.
Dijelaskan Makmur, Chief Operating Officer (COO) PT HMID, untuk inden Ioniq 5 tembus 15 bulan atau setahun lebih. Hal tersebut, dikarenakan permintaan yang cukup banyak untuk model yang dibanderol mulai Rp 700 jutaan ini.
“Kondisinya masih seperti itu (inden Ioniq 5 1 tahun lebih atau 15 bulan), kita indenan sekitar 3.400 unit, dan kita sudah supply lebih dari 1.000 unit,” ujar Makmur, saat ditemui beberapa waktu lalu di bilangan Tenis Indoor, Senayan, Jakarta Pusat.

Ioniq 5 EV, salah satu mobil listrik terbaru di Hyundai. (Inverese)
Lanjut Makmur, memang permintaan Ioniq 5 ini cukup tinggi dan sejatinya hal itu cukup bagus untuk pasar otomotif Indonesia. Dengan begitu, seperti menjadi bukti bahwa kendaraan listrik di Indonesia sudah sangat diterima.
“Jadi, di luar ekpektasi kita penerimaan EV sangat besar. karena, dua tahun lalu penerimaan EV kita hanya 100 unit, lalu 600 unit, dan ini tiba-tiba bookingan saja sudah lebih dari 4.500-an unit,” tegas Makmur.
Sebelumnya, pihak HMID memang sudah berkoordinasi dengan prinsipal untuk bisa menambah alokasi komponen produksi dari Ioniq 5. Respon dari Korea Selatan sendiri cukup positif, meskipun hingga saat ini Hyundai pusat masih berusaha menaikan suplai komponen untuk Indonesia.
“Untuk memangkas inden, ya kita cuma bisa meminta tambahan unit. Bukan CBU ya, tapi sebagian komponennya kita masih impor dari Korea dan sebagian produksi di sini,” pungkas Makmur.
