BBM Naik, AISI Masih Bergeming soal Motor Listrik

Honda belum menjual resmi PCX EV di Indonesia, tapi menyewakan dengan skema B to B. (Honda)

JAKARTA, AVOLTA – Harga bahan bakar minyak (BBM), jenis Pertalite, Pertamax, dan Solar makin mahal di Indonesia. Namun, hal tersebut tidak menjadikan industri roda dua di Tanah Air di bawah naungan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indoneaia (AISI), yaitu Honda, Kawasaki, Yamaha, Suzuki, dan TVS bergerak untuk beralih ke motor listrik.

Asosiasi sepeda motor di Indonesia tersebut bahkan mengatakan masih dalam proses menghitung potensi motor listrik.

“Ya, itu masih tindak lanjut karena pemerintah menghendaki kalau itu akan menjadi request di dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI, seperti disitat dari CNN Indonesia, Selasa (7/9/2022).

Sementara itu, Indonesia sebenarnya telah memiliki roadmap menuju target nol emisi pada 2060 dengan rencana berhenti menjual semua sepeda motor konvensional pada 2040 dan mobil konvensional pada 2050.

Jadi, untuk bisa mengikuti aturan tersebut, perlu adanya persiapan transisi dari berbagai pabrikan kuda besi tersebut untuk beralih ke industri sepeda motor listrik.

Memang, saat ini sudah ada beberapa merek motor mulai melakukan pengembangan kendaraan listrik, seperti Honda telah menjual PCX hybrid dan menguji PCX EV untuk kalangan terbatas. Sedangkan Yamaha, juga sudah melakukan pengetesan untuk E01 dan menjual Fazzio hybrid.

Sigit melanjutkan, untuk masuk ke era kendaraan listrik, butuh persiapan yang panjang. Tidak hanya soal produk, tapi juga industri pendukung lainnya, seperti pengisian baterai dan aftersales lainnya.

“Kami tidak bisa mempersiapkan produk saja, tapi harus ke infrastruktur dan aftersales kita harus hitung potensinya,” pungkas Sigit.

CATEGORIES
TAGS