Home Cerita Nissan Belajar dari Cina: Pangkas Waktu Inovasi Mobil Baru

Nissan Belajar dari Cina: Pangkas Waktu Inovasi Mobil Baru

JAKARTA, AVOLTA – Nissan mengakui kecepatan inovasi pabrikan Cina, untuk mengembangkan sebuah model baru kini telah menjadi tolak ukur bagi industri otomotif dunia.

Presiden dan CEO Nissan, Ivan Espinosa bahkan secara terbuka menyebut perusahaan tengah belajar dari Negeri Tirai Bambu, untuk bisa mempercepat proses pengembangan kendaraan generasi terbaru.

Menurutnya, Nissan berhasil memangkas waktu pengembangan model baru hingga 50 persen, dibandingkan metode konvensional yang selama ini digunakan. Strategi tersebut, bahkan telah diuji untuk generasi terbaru Skyline, yang dijadwalkan meluncur pada musim dingin 2026.

Jika berjalan sesuai rencana, pendekatan baru ini akan diterapkan untuk sekitar 90 persen proyek kendaraan Nissan baru pada tahun fiskal 2026.

Berbicara inovasi pengembangan mobil baru pabrikan China dalam waktu yang jauh lebih singkat ini, karena penggunaan digitalisasi, penggunaan komponen bersama, hingga kecerdasan buatan untuk memangkas siklus riset dan pengembangan kendaraan.

Selain itu, Espinosa menegaskan bahwa Nissan tidak hanya meniru kecepatan kerja kompetitornya, tetapi juga berusaha mengubah budaya pengembangan produk agar lebih responsif terhadap kebutuhan pasar. Dengan cara ini, teknologi yang ditawarkan kepada konsumen dapat tetap relevan saat kendaraan resmi dipasarkan.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi besar Nissan, untuk memperkuat daya saing, terutama di Cina yang saat ini menjadi salah satu pasar otomotif paling kompetitif di dunia.