BOLOGNA, AVOLTA – Lamborghini semakin yakin bahwa keputusan mereka membatalkan mobil listrik murni (BEV) pertama dan SUV listrik generasi berikutnya merupakan langkah yang tepat.
Keyakinan tersebut disampaikan langsung oleh CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, yang menilai pasar supercar dan SUV mewah belum benar-benar siap menerima kendaraan listrik penuh seperti yang sebelumnya diperkirakan. Demikian melansir Paultan, Rabu (3/6/2026).
Menurut Winkelmann, perusahaan telah melakukan pengamatan pasar dalam beberapa tahun terakhir dan menemukan bahwa tingkat penerimaan kendaraan listrik di kalangan pelanggan mereka justru tidak menunjukkan peningkatan signifikan.
Karena itu, perusahaan memutuskan mengalihkan fokus dari mobil listrik penuh ke teknologi plug-in hybrid (PHEV) yang dianggap lebih sesuai dengan karakter merek serta ekspektasi pelanggan.
Tak hanya Lanzador, Lamborghini juga membatalkan rencana menghadirkan penerus Urus dalam bentuk kendaraan listrik murni. Sebagai gantinya, generasi baru SUV performa tinggi tersebut akan tetap menggunakan teknologi plug-in hybrid.
Langkah ini diambil karena Lamborghini tidak ingin mengambil risiko besar pada model yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan mereka.
Winkelmann menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan berarti Lamborghini menolak elektrifikasi. Justru saat ini seluruh lini produk Lamborghini telah menggunakan teknologi hybrid, mulai dari Revuelto, Temerario, hingga Urus SE.
Menurutnya, kombinasi mesin pembakaran internal dan motor listrik masih menjadi solusi terbaik untuk menghadirkan performa tinggi sekaligus mempertahankan sensasi emosional yang selama ini dicari pelanggan Lamborghini.
Ia juga menilai investasi besar-besaran pada mobil listrik penuh saat pasar belum siap berpotensi menjadi langkah yang tidak bijak secara bisnis. Lamborghini memilih menjaga fondasi finansial perusahaan tetap kuat agar dapat terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi masa depan tanpa mengorbankan profitabilitas.
Meski demikian, Lamborghini tidak sepenuhnya menutup pintu untuk mobil listrik di masa depan. Winkelmann menegaskan bahwa perusahaan tetap mengembangkan teknologi elektrifikasi dan akan terus memantau perkembangan pasar.
Namun untuk beberapa tahun ke depan, fokus utama masih berada pada kendaraan plug-in hybrid yang dianggap mampu menjaga karakter khas merek asal Sant’Agata Bolognese tersebut.



