JAKARTA, AVOLTA – Xpeng ikut terjun ke industri robotaxi, dengan meluncurkan versi GX yang bahkan telah siap diproduksi massal. Berbeda dengan tesla, Rimac, dan Geely yang merancang robotaxi dari awal, perusahaan yang berbasis di Guangzhou ini menggunakan basis model yang sudah terlebih dahulu diluncurkan dan dijual.
Disitat dari Carscoops, dengan menggunakan model GX, akan membantu produsen memangkas biaya pengembangan dan produksi.
Xpeng GX robotaxi ini, akan dilengkapi dengan empat chip AI Turing yang dikembangkans ecara internal, dengan daya komputasi 3.000 TOPS (Tera Operations Per Second). Mobil ini juga dilengkapi dengan sistem kemudi elektronik (steer-by-wire).
SUV yang dikembangkan sepenuhnya secara internal ini, menawarkan kemampuan mengemudi otomatis Level 4. Hingga Januari, Xpeng telah menguji kendaraan L4 di jalan umum di seluruh Tiongkok, dan berencana untuk meluncurkan operasi percontohan untuk layanan robotaxi pada paruh kedua tahun ini.
Selain itu, seperti robotaxi yang sedang diuji oleh Tesla, model Xpeng awalnya akan memiliki pengawas manusia di belakang kemudi untuk berjaga-jaga jika terjadi hal yang tidak terduga. Namun, perusahaan asal Negeri Tirai Bambu ini berencana untuk menyingkirkan pengawas tersebut pada awal 2027.
Robotaxi Xpeng GX juga berbeda dari kebanyakan robotaxi lain yang sedang diuji di Tiongkok, karena hanya mengandalkan sistem berbasis penglihatan saja, seperti halnya Tesla. Ini berarti tidak ada LiDAR atau peta definisi tinggi, melainkan mengandalkan kamera dan model AI canggih.



