SHANGHAI, AVOLTA – Tesla resmi mengonfirmasi dukungan fitur Full Self-Driving (FSD) Supervised untuk pasar Cina. Pengumuman tersebut menjadi tonggak penting bagi perusahaan setelah sebelumnya teknologi semi otonom ini hanya tersedia secara terbatas di Amerika Utara.
Dalam pernyataan resminya, seperti dikutip CarnewsChina, Jumat (22/5/2026) Tesla menyebut fitur FSD Supervised kini mulai didukung untuk kendaraan Tesla di Tiongkok, meski implementasinya masih mengikuti regulasi lokal dan belum sepenuhnya identik dengan versi Amerika Serikat.
Tesla menjelaskan bahwa sistem tersebut tetap mengharuskan pengemudi memegang kendali penuh atas kendaraan. Artinya, meski mobil dapat melakukan berbagai fungsi mengemudi otomatis seperti navigasi, perpindahan jalur, hingga parkir otomatis, pengemudi tetap wajib mengawasi situasi jalan dan siap mengambil alih kapan saja.
Karena itu Tesla menggunakan istilah “Supervised” atau diawasi, bukan autonomous driving penuh. Sistem ini pada dasarnya masih masuk kategori advanced driver assistance system (ADAS) dan belum diklasifikasikan sebagai kendaraan otonom penuh.
Masuknya FSD ke Cina sebenarnya sudah lama dinantikan. Pasar Tiongkok menjadi salah satu wilayah paling penting bagi Tesla karena merupakan pasar kendaraan listrik terbesar di dunia. Namun selama bertahun-tahun, implementasi FSD di Cina tertahan berbagai regulasi ketat terkait data kendaraan, pemetaan jalan, dan keamanan nasional.
Untuk bisa menjalankan FSD di Cina, Tesla disebut harus menyesuaikan sistemnya dengan aturan penyimpanan data lokal serta bekerjasama dengan perusahaan pemetaan dalam negeri. Sebelumnya pemerintah Cina memang membatasi transfer data kendaraan ke luar negeri, terutama untuk sistem yang menggunakan kamera dan pemetaan real-time seperti FSD.
Tesla juga dikabarkan menggunakan pendekatan berbeda dibanding di Amerika Serikat. Jika di AS mengandalkan data besar hasil pengumpulan jutaan kendaraan pengguna, di Tiongkok perusahaan harus lebih berhati-hati dalam pengolahan dan distribusi data kendaraan.
Peluncuran FSD di Cina juga menjadi langkah strategis Tesla menghadapi persaingan ketat dari produsen lokal seperti BYD, Huawei, Xpeng, hingga Li Auto yang kini semakin agresif menawarkan teknologi smart driving dan assisted driving canggih.
Bahkan beberapa merek Cina sudah menghadirkan fitur navigasi otomatis di jalan perkotaan yang dianggap sangat kompetitif dibanding Tesla.
CEO Tesla, Elon Musk, sebelumnya beberapa kali menyebut Cina sebagai pasar yang sangat penting untuk pengembangan teknologi autonomous driving Tesla. Ia juga mengakui bahwa tantangan regulasi di Cina jauh lebih kompleks dibanding negara lain.
Tesla diperkirakan akan mulai mengaktifkan fitur tersebut untuk model tertentu seperti Model 3 dan Model Y melalui pembaruan software over-the-air (OTA).



