Home Cerita Teknologi Baterai Aluminium: Fast Charging 20 Menit di Suhu Beku

Teknologi Baterai Aluminium: Fast Charging 20 Menit di Suhu Beku

5
0

HEILONGJIANG, AVOLTA – Ilmuwan di Cina berhasil menguji baterai mobil listrik berbasis aluminium dalam kondisi ekstrem suhu dingin hingga −25 °C, dan hasilnya sangat menjanjikan untuk masa depan EV di iklim bersalju.

Dalam uji coba nyata yang dilakukan di Provinsi Heilongjiang, baterai ini menunjukkan efisiensi pelepasan energi lebih dari 92 % saat kendaraan digunakan di lalu lintas kota, bahkan dalam suhu sangat rendah. Demikian dikutip CarnewsChina, Rabu (18/2/2026).

Teknologi baru ini dipasang pada kendaraan uji produksi, Geely EX5 yang sudah dipasarkan di luar negeri. Baterai aluminium yang digunakan memiliki anoda modifikasi berbasis paduan yang dirancang supaya mobil listrik tetap bisa beroperasi di rentang suhu sangat luas, dari −70 °C hingga +80 °C menurut data laboratorium.

Salah satu hasil paling menarik dari pengujian ini, kemampuan baterai untuk mengisi daya dari kondisi rendah hingga 90 % hanya dalam sekitar 20 menit, meskipun masih dalam suhu sub-zero.

Kondisi ini memberikan gambaran bahwa pengisian cepat EV bisa tetap efektif meski berada di lingkungan sangat dingin.

Dalam percobaan, kendaraan dibiarkan dalam suhu −25 °C selama 24 jam penuh sebelum dijalankan. Sensor yang dipasang di baterai dan sistem manajemen termal memastikan bahwa semua komponen bekerja dalam batas aman sepanjang pengujian, tanpa memerlukan sistem pemanas atau isolasi khusus ekstra.

Perkembangan ini cukup signifikan karena baterai lithium-ion konvensional biasanya mengalami penurunan kapabilitas yang drastis saat suhu turun di bawah −20 °C.

Kemampuan baterai berbasis aluminium untuk mempertahankan efisiensi tinggi di bawah titik beku bisa membuka peluang baru bagi penggunaan mobil listrik di negara-negara dengan musim dingin ekstrem.

Selain itu, teknologi baterai seperti ini juga tengah menjadi fokus riset industri otomotif global, bersamaan dengan kemajuan lain seperti baterai natrium-ion dan prototipe solid-state yang diuji dalam suhu sangat rendah di laboratorium.

Meski masih memerlukan langkah pengembangan selanjutnya untuk siap diproduksi massal, hasil uji ini menunjukkan bahwa inovasi baterai mobil listrik terus berjalan cepat, termasuk di aspek performa dalam iklim ekstrem, yang selama ini menjadi tantangan bagi kendaraan listrik.