Boncos Total, Ford Kapok Produksi Mobil Listrik

Ford Mustang Mach E 2022 mulai kebanjiran pesanan di AS. (Ford)
JAKARTA, AVOLTA – Ford Motor Co., salah satu pabrikan otomotif terbesar di dunia, mengumumkan kerugian besar US$ 19,5 miliar atau Rp 325,55 triliun. Selain itu, merek Amerika Serikat ini, juga menghentikan beberapa mobil listrik, imbas dari kebijakan baru yang diterapkan Presiden Donald Trump dan tentunya berimbas kepada penjualan model bertenaga baterainya.
Disitat dari Reuters, daro total kerugian tersebut, sekitar US$ 8,5 miliar (Rp 141,8 triliun) berasal dari pembatalan rencana model EV, US$ 6 miliar (Rp 100,1 triliun) terkait pembubaran joint venture baterai dengan perusahaan Korea Selatan SK On serta US$ 5 miliar (Rp 83 triliun) untuk biaya lainnya.
Selain menghentikan beberapa model EV besar, Ford juga menunda produksi generasi baru dari truk listrik besar dan model van komersial listrik.
CEO Ford, Jim Farley, menyatakan bahwa perubahan tajam di pasar EV selama beberapa bulan terakhir menjadi pemicu utama keputusan ini, dengan sekitar US$ 8,5 miliar dari total kerugian terkait langsung dengan pembatalan model-model EV tersebut.
“Ketika pasar benar-benar berubah dalam beberapa bulan terakhir, itulah yang menjadi pendorong bagi kami untuk mengambil keputusan tersebut,” ujar Jim.
Dengan kerugian tersebut, Untuk masa depan, Ford menggeser fokus kendaraan listriknya ke model hybrid dan EREV, serta mobil yang jauh lebih terjangkau, dikembangkan oleh tim khusus di California.
Model EV berukuran sedang pertama dari tim ini direncanakan akan dijual sekitar US$ 30.000 dolar AS dan mulai dipasarkan pada 2027.
