Hyundai dan Kia Terancam di California: Akibat Human Trafficking

Tampilan Hyundai Santa Fe Generaasi Terbaru Berubah Total (Gear Patrol)
JAKARTA, AVOLTA – Sebuah gugatan diajukan kepada Hyundai dan Kia di California, Amerika Serikat, karena tuduhan penggunaan pekerja anak dan praktik tenaga kerja yang tak manusiawi pada rantai pasok produsen.
Gugatan tersebut, dilayangkan oleh organisasi non-profit Jobs to Move America (JMA) di Pengadilan Superior Los Angeles, dengan klaim bahwa Hyundai dan Kia mendukung aksi perdagangan manusia, karena menyalahgunakan tenaga kerja anak, migran, bahkan tahanan di pemasok di wilayah Amerika Serikat bagian selatan.
Disitat dari Carscoops, JMA menyatakan, Hyundai dan Kia selalu membangun citra merek yang bertanggung jawab untuk mendapatkan kontrak dari instansi publik di California. Namun, pada kenyataannya, proses operasional kedua pabrikan tersebut di Alabama dan Georgia sangat jauh dari nilai-nilai tenaga kerja di negara bagian itu.
Dalam gugatan tersebut, JMA menyinggung terkait pemasok Hyundai di Alabama yang pernah melibatkan anak-anak migran berusia 12 tahun dalam proses produksi.

“Tidak ada perusahaan yang kebal dari hukum, terutama perusahaan, seperti Hyundai dan Kia, yang menerima manfaat dari uang publik,” ujar Direktur Litigasi Jobs to Move America Meredith Stewart.
Meskipun begitu Hyundai dan Kia sendiri, langsung membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataan resminya, perusahaan mengatakan selalu memprioritaskan keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja, serta menegaskan bahwa seluruh operasionalnya mengikuti peraturan federal maupun negara bagian.
Hyundai juga menyebut telah mewajibkan seluruh pemasok dan mitra bisnis untuk menaati standar keselamatan, ketenagakerjaan, dan hukum yang ketat. Mereka pun siap mengambil tindakan jika ditemukan pelanggaran.
“Selama hampir empat dekade, Hyundai telah menjadi pendorong pertumbuhan dan inovasi Amerika dari kantor pusatnya di AS di Fountain Valley, California, dan kami menghargai hubungan jangka panjang kami dengan negara bagian tersebut,” bunyi pernyataan Hyundai.
