Honda Batalkan Produksi Modul Fuel Cell di Jepang

JAKARTA, AVOLTA – Honda Motor menunda dimulainya produksi modul sel bahan bakar generasi berikutnya di Jepang, dari tahun fiskal 2027 yang dijadwalkan sebelumnya hingga tahun yang tidak ditentukan. Selain itu, perusahaan berlambang huruf H ini, juga akan mengurangi kapasitas produksi yang semula direncanakan sekitar 30%, karena biaya yang tinggi membatasi adopsi kendaraan listrik.
Disitat dari Nikkei Asia, pabrik yang semula dijadwalkan beroperasi di Moka, Prefektur Tochigi, awalnya dirancang untuk mendapat subsidi dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) senilai 14,7 miliar yen. Namun, Honda akhirnya memutuskan mundur dari program subsidi karena perubahan skala dan jadwal produksi.
Modul fuel cell terbaru dari Honda, sejatinya ditujukan untuk memangkas biaya produksi hingga setengah, dan menggandakan ketahanan dibanding model yang ada. Namun, penyesuaian rencana itu kemungkinan akan berpengaruh pada target penjualan 60 ribu unit pada 2030 dan proyeksi ratusan ribu unit di tahun-tahun berikutnya.
Selain itu, Honda sendiri sejatinya tidak sepenuhnya menghentikan ambisinya dalam teknologi fuel cell. Jenama Matahari Terbit ini, tetap menjalin kerja sama dengan General Motors untuk memproduksi sistem fuel cell secara massal di pabrik gabungan di Michigan, Amerika Serikat.
Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2025, dengan kapasitas sekitar 2.000 unit per tahun dan potensi untuk ditingkatkan hingga 60.000 unit per tahun.
Secara keseluruhan, Honda berencana menjual sekitar 2.000 unit kendaraan berbahan bakar hidrogen setiap tahun pada akhir dekade ini, dengan tujuan akhir mencapai sekitar 60.000 unit per tahun pada 2040. Fokus utama dari pengembangan teknologi ini adalah untuk kendaraan niaga seperti truk, yang memiliki kebutuhan perjalanan jarak jauh dan waktu pengisian bahan bakar yang singkat.
