Trump Paksa Mobil asal Eropa Dijual Lebih Mahal

Mobil listrik Mercedes-Benz EQS sedan sudah lebih dahulu dijual ke pasar. (Mercedes-Benz)

JAKARTA, AVOLTA – Presiden Donald Trump sepertinya enggan menurunkan tarif untuk mobil buatan luar negeri, termasuk Eropa. Hal tersebut, dikatakan untuk tetap melindungi industri dalam negeri Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan laporan dari Reuters, tarif 10% yang diterapkan pemerintah AS untuk mobil dari Eropa, kini mulai dirasakan keuntungannya di Negeri Paman Sam. Bahkan, kebijakan tersebut sepertinya enggan untuk dicabut oleh Presiden Donald Trump.

Pejabat Uni Eropa (UE) menyatakan, pihaknya tak akan menerima tarif dua digit, sementara tarif dasar 10% saja sudah dianggap membebani dan membuat harga mobil dari negara Benua Biru menjadi lebih mahal.

Ditambah lagi, AS masih mengenakan tarif hingga 50% untuk bahan baku seperti baja dan aluminium, serta tarif khusus 25% untuk mobil impor.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick telah mengesampingkan kemungkinan penerapan tarif dasar di bawah 10%, untuk apa yang disebut tarif timbal balik yang mencakup sebagian besar barang yang diekspor UE ke AS.

Sementara itu, pihak UE menyebut bahwa tarif dasar ini tidak akan sepenuhnya merusak daya saing, selama diberlakukan secara merata kepada semua negara.

Di sisi lain, para produsen mobil kini berlomba mencari solusi, termasuk dengan memberikan diskon besar-besaran dan program penawaran khusus untuk mengurangi stok yang ada di dealer.

CATEGORIES
TAGS