Pengguna EV di AS Anjlok, Hybrid Jadi Primadona

Teknologi Smart Hybrid mulai disematkan pada Ertiga, menjadikannya mobil hybrid termurah di pasar. (Maruti Suzuki)
CALIFORNIA, AVOLTA – Tren penggunaan mobil elektrifikasi di Amerika Serikat (AS) mulai bergeser, yang semula penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) mendominasi, kini beralih ke hybrid electric vehicle/HEV.
Melansir ArenaEVs, Selasa (17/6/2025), berdasarkan data yang dirilis American Automobile Association (AAA), masyarakat di Negeri Paman Sam itu perlahan mulai menggunakan mobil hybrid, karena dianggap lebih praktis ketimbang mobil listrik.
Bahkan sekarang ini minat konsumen di AS terhadap mobil listrik murni berada di titik terendah sejak tahun 2019. Hanya 16 % dari 1.128 responden yang menyatakan ‘likely‘ atau ‘very likely‘ akan membeli mobil listrik.
Bahkan sebesar 63 % justru menyatakan tidak tertarik sama sekali, dengan alasan utama, yakni harga beli BEV tinggi, kecemasan jarak tempuh (terutama saat musim dingin), serta narasi anti-BEV yang kian menguat dalam beberapa kebijakan pemerintah, seperti pemangkasan subsidi dan minimnya pengembangan infrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum).
Selain itu, biaya penggantian baterai untuk mobil listrik yang dianggap masih mahal dan tidak sebanding dengan nilai penggunaan jangka panjang.
Maka dari itu, mobil hybrid justru makin digemari. Berdasarkan data penjualan kuartal pertama 2025, distribusi mobil hybrid naik hingga 45 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Angka ini bahkan melampaui pertumbuhan penjualan BEV yang stagnan, hanya tumbuh 2,7 persen. Jenis hybrid konvensional seperti HEV menjadi pilihan favorit karena tidak perlu repot mengisi daya seperti PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) atau BEV.
