Akal Cina Hadapi Tarif Impor di Eropa

Ekspor mobil jadi salah satu komoditi Cina. (Chinadaily)
SHANGHAI, AVOLTA – Cina tidak kehilangan akal untuk tetap merebut pasar di Eropa, meski dikenakan tarif impor mobil listrik (Battery Electric Vehicle/BEV). Langkah yang akhirnya dilakukan Tiongkok, yaitu memasok lebih banyak model plug-in hybrid electric vehicle/PHEV ketimbang BEV.
Mengutip The Business Times, Rabu (7/5/2025), Chery dan BYD berhasil menjual 3.269 dan 757 kendaraan PHEV di Uni Eropa pada Maret 2025. Bahkan BYD tahun ini akan memperkenalkan dua model PHEV lagi di Jerman.
Perlu diketahui, BYD membayar tarif 27,5 % untuk BEV yang dijual di Uni Eropa, dan 10 % untuk PHEV. Contohnya, membayar 10.257 euro atau senilai Rp191,4 juta untuk setiap penjualan Atto 3 BEV yang dijual di Jerman, dan 3.999 euro atau setara Rp74,6 juta untuk Seal U PHEV.
Penjualan mobil listrik BYD di UE pada Maret 2025 meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 4.633 unit, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara penjualan PHEV dari sebelumnya nol kini meningkat menjadi 3.269 unit.
Selanjutnya Chery yang juga membayar tarif dasar 10 % dan pungutan tambahan 21,3 % untuk BEV, menjual 310 BEV dan 757 PHEV.
Sekadar informasi, tarif Uni Eropa hingga 45,3 % untuk BEV buatan Cina mulai berlaku penuh pada November 2024 untuk mencegah membanjirnya mobil murah.
