Telan Ludah Sendiri, Audi Batal Cuma Jual Mobil Listrik 2032

Audi Q6 e-tron offroad concept sudah diperkenalkan duluan. (Audi)

JAKARTA, AVOLTA – Audi, produsen otomotif asal Jerman, menelan ludah sendiri dengan mengumumkan perubahan strategi elektrifikasinya dengan memutuskan untuk tetap memproduksi kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) setelah 2032. Keputusan ini menandai penyesuaian dari rencana sebelumnya, yang berfokus sepenuhnya kepada kendaraan listrik.​

Disitat dari Drive, sebelumnya, Audi berencana memperkenalkan lini model bermesin bensin terakhirnya pada 2026, dengan produksi berakhir pada 2032, yang akan menjadikan seluruh portofolio yang terdiri dari mobil listrik bertenaga baterai.

Namun, dalam konferensi pers terbaru, CEO Audi, Gernot Dollner, menyatakan bahwa transformasi menuju mobilitas listrik mengalami penundaan, sehingga perusahaan perlu mengevaluasi kembali jadwal dan tenggat waktu tersebut.

Sementara itu, perubahan ini mencerminkan fleksibilitas Audi dalam menanggapi dinamika pasar dan permintaan konsumen yang terus berkembang. Meskipun demikian, komitmen Audi terhadap elektrifikasi tetap kuat.

Audi Q6 e-tron offroad concept. (Audi)

Perusahaan berencana meluncurkan sekitar 20 model baru pada 2025, dengan lebih dari 10 di antaranya merupakan mobil listrik sepenuhnya. Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif produk terbesar dalam sejarah Audi. ​

Selain itu, Audi menargetkan untuk menawarkan kendaraan listrik di setiap segmen inti pada 2027. Model SUV listrik Q6 e-tron dijadwalkan meluncur pada akhir tahun ini, menjadi EV pertama yang dibangun di pabrik Audi di Ingolstadt, Jerman.

Keputusan untuk memperpanjang produksi mesin bensin dan diesel ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung kendaraan listrik dan preferensi konsumen di berbagai wilayah. Dengan demikian, Audi berharap dapat memenuhi kebutuhan mobilitas pelanggan secara lebih komprehensif di tengah transisi menuju era elektrifikasi.

CATEGORIES
TAGS