BYD Santai Tanggapi Tarif Tinggi Impor EV Cina di AS dan Uni Eropa

Suasana diler BYD di Cina. (ChinaDaily)
SHENZHEN, AVOLTA – Build Your Dream (BYD) menanggapi santai persoalan penetapan tarif tinggi terhadap impor mobil listrik Cina di Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE). Menurut pabrikan Tiongkok, pengenaan pajak itu hanya bersifat sementara.
Melansir Drive, Selasa (5/11/2024), General Manager BYD Asia-Pasifik Liu Xueliang mengatakan, kalau semuanya ini merupakan sebuah tren saja dan dipastikan tidak bertahan lama.
“Ini memang sangat sensitif, tapi jangan khawatir semuanya akan kembali normal lagi pada waktunya,” kata Liu.
BYD pun percaya kalau penjualannya juga tidak akan terlalu terpengaruh, sekarang saja Penjualan kuartalan produsen kendaraan listrik Tiongkok ini berhasil melampaui Tesla untuk pertama kalinya.
BYD melaporkan pendapatan untuk tiga bulan yang berakhir pada tanggal 30 September sebesar 201,12 miliar yuan ($28,24 miliar), naik 24% dari tahun lalu.
Perlu diketahui, mayoritas negara-negara Eropa memilih untuk mengenakan tarif tinggi pada kendaraan listrik yang diimpor dari Cina, dengan tarif naik dari semula 10% menjadi 45% untuk lima tahun ke depan.
Sementara AS melipatgandakan tarifnya untuk kendaraan listrik buatan Cina mulai Mei tahun ini dari 25% menjadi 100%.
