
BANDUNG, AVOLTA – Setelah sebelumnya Avolta membahas review performa dan kenyamanan mobil keluarga listrik pertama dari BYD, sekarang kami mau mengulas ada fitur-fitur apa saja di mobil seharga Rp 400 jutaan ini. BYD Motor Indonesia menghadirkan mobil listrik dengan fitur mewah layaknya mobil premium yang dibanderol tinggi.
Untuk ukuran MPV keluarga, BYD M6 ini menjadi penantang kuat bagi kedigdayaan Toyota Innova di Indonesia. Hanya saja M6 ini memang dikhususkan bagi keluarga yang peduli terhadap lingkungan ya. Kalau dari performa di jalan sih, sekelas Innova diesel saja mudah untuk disalip kalau di jalan tol.
Nah, BYD M6 yang kami uji ini adalah tipe yang Superior sehingga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur canggih yang kekinian. Sebut saja layar sentuh berukuran besar 12,8 inci dan bisa diputar sesuai keinginan. Berbagai pengaturan untuk mobil ini seperti AC dan setelan lampu serta fitur bisa diatur melalui layar sentuh ini.
Ada juga fitur Android Auto dan Apple Carplay di headunit besar ini, namun saat kami menguji konektivitas untuk Carplay ternyata masih terputus ketika mobil dimatikan. Jadi setiap kali mengendarai mobil, koneksi Carplay ini harus menyambung ulang koneksinya, memang agak menyebalkan.
Kemudian ada juga panoramic roof yang besar membentang dari depan ke belakang. Adanya panoramic ini tentu menambah kesan mewah dan premium dari MPV listrik asal Cina ini. Untuk jok sudah dilapis kulit sintetis dengan jok depan semua sudah pengaturan elektrik, sayangnya material kabin masih dominan bahan plastik keras yang terlihat biasa.
Fitur ADAS di M6

Ketika berada dibalik kemudi, satu hal yang menarik perhatian adalah penggunaan desain meter cluster yang terlihat seperti mobil lama alias masih analog dengan layar TFT di bagian tengah. Tampilan MID di M6 ini tidak terlihat selayaknya MID di mobil listrik yang futuristik dan serba digital.
Tapi hal ini bisa tergantikan dengan banyaknya fitur bantuan bagi pengemudi atau yang biasa disebut ADAS (Advanced Driver Assistance System). Kami sempat menguji beberapa fitur ADAS yang tersedia di M6 ini.
Pertama tentu fitur Adaptive Cruise Control (ACC) yang sangat berguna di jalan tol, hanya saja ketika dicoba di tol layang MBZ lebih nyaman saat kondisi jalan sepi. Jika kondisi jalan cukup ramai fitur ACC ini hanya akan membuat Anda tertib berada di belakang mobil lain saja.
Tentu karena fitur ACC ini memang bekerja untuk mobil bisa melaju sesuai dengan kondisi jalan tol, ketika lengang maka ACC akan membuat mobil melaju di batas kecepatan yang sudah ditentukan. Ketika terjadi kepadatan di jalan maka otomatis fitur ini akan memperlambat laju kendaraan dengan mengikuti kecepatan mobil di depan.
Fitur ini bekerja dengan baik dan tidak ada terasa pengereman yang mendadak atau juga akselerasi yang berlebihan ketika harus mempercepat laju kendaraan. Semua bekerja dengan mulus dan halus karena ada fitur Intelligent Cruise Control (ICC) di BYD M6 ini.
Fitur lain yang sempat kami coba adalah LDA (Lane Departure Assist), mengingatkan pengemudi untuk tidak keluar lajur tanpa memberikan lampu sein. Fitur ini bekerja bersama dengan fitur ELKA (Emergency Lane Keeping Assist) yang akan menahan gerak setir ketika berpindah lajur tanpa lampu sein.
Sebenarnya fitur ELKA ini bisa mengarahkan mobil melaju dengan mengikuti marka jalan tanpa bantuan pengemudi ketika fitur ACC diaktifkan. Tapi, saat melesat di jalan tol akan menyulitkan bagi pengemudi yang senang untuk salip menyalip dari lajur kanan ke lajur kiri. Jadi sebaiknya lebih tertib saat mengemudi di tol.
Fitur yang selalu aktif juga ada Blind Spot Detection (BSD) yang akan muncul notifikasi atau peringatan di kaca spion luar ketika ada obyek di samping belakang. Begitu juga dengan fitur Rear Collision Warning (RCW) dan Rear Cross Traffic Alert (RCTA) dan Rear Cross Traffic Brake (RCTB) yang aktif ketika mobil dalam posisi mundur.
Fitur ini akan mengeluarkan peringatan ketika ada obyek di belakang dan akan melakukan pengeraman otomatis ketika mendeteksi obyek yang sudah dekat dengan mobil.
Seluruh fitur ADAS di BYD M6 memang bertujuan untuk memudahkan pengemudi dan juga memberikan tingkat keselamatan serta keamanan yang lebih baik. Namun sepertinya untuk jalanan di Indonesia terutama di kota besar, fitur-fitur canggih ini belum tentu cocok untuk semua orang.
Masih ada pengemudi yang merasa terganggu dengan kecanggihan fitur ADAS dan untuk mereka fitur ini cukup menyebalkan karena terlalu merasa diatur oleh teknologi. Namun, memang ini hanya masalah kebiasaan saja, dengan adanya ADAS pastinya akan menuntut pengemudi untuk selalu tertib dan juga lebih ‘awas’ ketika berkendara di jalan raya.





