Penjualan Mobil Melemah, Gaikindo Ngarep Insentif Lagi

JAKARTA, AVOLTA – Penjualan mobil di Indonesia tidak mengalami pertumbuhan yang menyenangkan pada kuartal pertama 2024. Bahkan, Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap, pemerintah bisa memberikan insentif.

Dijelaskan Ketua I Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, pemberian insentif dari pemerintah ini, memang sudah terbukti efektif untuk mengangkat penjualan di Tanah Air. Salah satu yang berhasil, adalah saat Covid-19, dengan pemberian relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah PPnBM-DTP) yang mampu meningkatkan penjualan saat itu.

“Pemerintah perlu mempertimbangkan, kembali memberikan sesuatu insentif berupa penurunan bahkan penghapusan PPnBM untuk produk-produk tertentu,” tegas Jongkie, disitat dari Antara, Sabtu (6/7/2024).

Toyota Berhasil Kumpulkan 5.434 SPK di GIIAS 2022 (Ist)

Toyota Berhasil Kumpulkan 5.434 SPK di GIIAS 2022 (Ist)

Lanjut Jongkie, memang setelah insentif dijalankan penjualannya langsung naik, dan naiknya tidak tanggung-tanggung, terbukti bahwa dengan PPnBM waktu itu dihapus untuk sementara waktu penjualannya langsung meningkat.

“Stimulus ini tujuannya agar pabrik-pabrik ini jalan termasuk pabrik komponennya, dan kita sudah buktikan bahwa penerimaan pemerintahnya jadi melonjak naik, saya harap pemerintah bisa memikirkan hal itu,” tegas Jongkie.

Selain dorongan agar pemerintah kembali memberikan insentif, lanjut Jongkie, Gaikindo juga terus berupaya menggairahkan kembali utilisasi industri otomotif nasional dengan menggelar beragam pagelaran otomotif untuk menarik lebih banyak konsumen, salah satunya yang terdekat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.

Sebagai informasi, Gaikindo mencatat penjualan retail sepanjang Januari hingga Mei 2024 membukukan hasil 361.698 unit. Pencapaian tersebut turun 14,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yakni sebanyak 422.514 unit.

CATEGORIES
TAGS