Terapkan Pajak Tinggi EV Cina, Uni Eropa Terbelah

Penjualan mobil di Cina turun 38% pada Januari 2023 (Reuters)
JAKARTA, AVOLTA – Negara anggota Uni Eropa (UE) akan membatasi masuknya kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) Cina, dengan memberlakukan tarif pajak tinggi. Namun, ternyata tidak semua negara anggota perserikatan mendukung keputusan itu, karena ada yang masih mempertimbangkan.
Melansir Reuters, Jumat (5/7/2024), sejumlah negara di UE masih mempertimbangkan dampaknya positif dan negatifnya jika ikut pada aturan tersebut. Kekhawatiran yang paling besar, bagaimana jika Tiongkok membalas regulasi itu.
Khususnya bagi produsen otomotif yang sepertiga dari hasil penjualannya disumbangkan oleh pasar Cina. Alhasil sekarang ini mayoritas negara masih menimbang pro dan kontra.
Blok ini akan mengonfirmasi tarif sementara hingga 37,6 % pada merek-merek Cina seperti BYD, Geely, dan SAIC, serta model buatan Cina dari Tesla, BMW, dan produsen mobil barat lainnya.
Produsen mobil sedang mempersiapkan biaya baru yang mencapai miliaran dolar akibat tarif ini, yang menurut para analis dapat memperlambat ekspansi mereka di Eropa.
Negara-negara anggota UE akan memberikan suara pada bulan Oktober 2024 jika Komisi mengusulkan tarif multi-tahun pada akhir penyelidikannya.
